Bupati Trenggalek Mas Ipin Usul TNI Turun Tangan Jalankan MBG

- Redaksi

Rabu, 30 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mas Ipin saat rapat daring bersama Badan Gizi Nasional membahas percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (istimewa)

Bupati Trenggalek Mas Ipin saat rapat daring bersama Badan Gizi Nasional membahas percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (istimewa)

TRENGGALEK, RadarBangsa.co.id – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin angkat suara soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Bertindak sebagai Pjs. Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Mas Ipin—sapaan akrabnya—menyampaikan sejumlah usulan saat rapat sosialisasi percepatan MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (30/4).

Mas Ipin menegaskan, pelaksanaan MBG di daerah perlu menyesuaikan kondisi masing-masing. Dia menilai pendekatan lewat SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang harus memasak 3.000 porsi per hari tidak cocok diterapkan di semua kabupaten, terutama daerah kepulauan dan wilayah dengan ekonomi lemah seperti Trenggalek.

“Kalau semua pakai SPPG, yang kuat modalnya saja yang bisa jalan. Kita di daerah pinggiran susah cari mitra. Kalau tetap dipaksakan, program ini hanya akan dinikmati kelompok itu-itu saja,” tegas Mas Ipin dari Gedung Smart Center Trenggalek yang terhubung daring dalam rapat tersebut.

Dia bahkan mengusulkan agar pelaksanaan MBG bisa melibatkan TNI agar distribusinya merata dan menyentuh masyarakat hingga ke pelosok.

Mas Ipin juga memaparkan inisiatif Trenggalek yang sudah melakukan efisiensi lewat refocusing anggaran. Salah satu kelas dirombak menjadi dapur umum, sementara pembangunannya dibiayai APBD. “Kami mau bangun kantin bergizi. Badan hukumnya nanti pakai komite sekolah. Karena ini kumpulan wali siswa, pasti lebih amanah,” bebernya.

Menurutnya, skema kantin bergizi di sekolah punya banyak keunggulan. Makanan lebih segar, hangat, dan biaya transportasi lebih hemat. Namun dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas.

“Error itu kecil, cuma 0,5 persen, tapi sekali makanan basi viral, rusak sudah semua pencapaian kita,” ujarnya.

Mas Ipin menambahkan, SOP MBG sebaiknya tidak terlalu kaku agar bisa disesuaikan di masing-masing daerah. “BGS (Badan Gizi Nasional) tentu punya standar, tapi jangan dikunci mati. Ini masih masa uji coba, mari fleksibel cari skema paling cocok,” tandasnya.

Tak hanya itu, dia menyarankan skema pembiayaan lewat kartu kredit pemerintah agar vendor tidak perlu menunggu lama untuk dibayar. “Kalau MBG ditugaskan dari APBN atau APBD, tinggal bayar ke kartu kredit itu. Selesai,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Ardi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB