PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Akses sanitasi di pondok pesantren di Indonesia baru mencapai 34 persen, sedangkan akses air bersih tercatat sebesar 54 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur 2026 yang digelar Danone Indonesia di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026).
Festival bertema “Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia” itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi lingkungan pesantren.
Director Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperluas akses air bersih dan sanitasi, termasuk di pondok pesantren.
Menurut Karyanto, masih banyak pesantren yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Kondisi sanitasi yang layak dan ketersediaan air bersih dinilai penting agar para santri dapat menjalani kegiatan pendidikan dengan lebih baik.
“Lebih dari 34 ribu pesantren masih banyak yang perlu didukung untuk mendapatkan akses sanitasi dan air bersih yang layak. Karena memang sangat diperlukan oleh para santri agar mereka bisa fokus untuk edukasi dan terus bisa berdaya dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Karyanto berharap festival tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan gerakan Pesantren Lestari. Gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang sehat, tangguh, dan mampu melahirkan generasi santri yang berkontribusi positif bagi Indonesia.
“Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Santri, mudah-mudahan kita bisa mewujudkan suatu gerakan Pesantren Lestari yang insya Allah menjadi model kolaborasi generasi santri yang sehat, yang tangguh, dan juga bisa berkontribusi yang positif bagi Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngalah yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada Danone Indonesia atas kepeduliannya terhadap kebutuhan lingkungan pesantren.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, pondok pesantren juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada pengusaha, tanpa ada lembaga pembiayaan, tanpa masyarakat, tanpa wali murid. Oleh sebab itu, kami ucapkan terima kasih atas kolaborasi hari ini yang dilaksanakan Danone dengan pondok-pondok pesantren, terutama Pondok Pesantren Ngalah di Purwosari ini,” ujarnya.
Shobih menjelaskan, pemerintah pusat telah memiliki program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), termasuk pendekatan sanitasi berbasis pondok pesantren. Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan berbagai pihak agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia berharap kerja sama antara Danone Indonesia dan pesantren tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Menurutnya, festival serupa diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pasuruan di bidang air bersih dan sanitasi.
“Mudah-mudahan festival air bersih ini bukan hanya untuk kali ini, tapi bisa dilaksanakan setiap tahun untuk menopang dan membantu program pemerintah Kabupaten Pasuruan,” harapnya.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pesantren, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak. Dengan demikian, kebutuhan dasar para santri dapat semakin terpenuhi dan lingkungan pendidikan pesantren menjadi lebih sehat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar