JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Isu keadilan energi kembali mencuat setelah Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura menyuarakan peran strategis Pulau Madura dalam menopang pasokan energi Jawa Timur. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Audiensi yang dipimpin Ketua DEM Madura, Abdul Syakur, menegaskan bahwa Madura memiliki kontribusi signifikan dalam sektor energi regional. Berdasarkan data yang mereka sampaikan, sekitar 60 hingga 70 persen pasokan minyak dan gas bumi (migas) Jawa Timur bersumber dari aktivitas energi di wilayah Madura dan sekitarnya.
Namun, kontribusi besar tersebut dinilai belum sebanding dengan dampak kesejahteraan yang dirasakan masyarakat lokal. DEM Madura mempertanyakan sejauh mana pengelolaan energi benar-benar berpihak pada kepentingan daerah penghasil.
“Potensi energi Madura sangat besar. Tapi yang kami soroti, apakah pengelolaannya sudah memberi manfaat nyata bagi masyarakat Madura,” ujar Abdul Syakur.
Selain aspek produksi, mahasiswa juga menyinggung keberadaan sembilan kontraktor migas yang beroperasi di Madura. Mereka mendorong agar sektor energi membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja lokal serta memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pembangunan daerah.
Isu penguatan sumber daya manusia turut menjadi perhatian. DEM Madura mengusulkan program beasiswa bagi putra-putri Madura, termasuk perempuan, serta pembukaan program studi yang relevan dengan sektor migas. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda daerah memiliki akses dan daya saing di wilayah yang kaya sumber daya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lia Istifhama mengapresiasi sikap kritis dan solutif mahasiswa. Ia menilai gerakan DEM Madura mencerminkan kepemimpinan muda yang peduli pada masa depan daerah.
“Mahasiswa tidak hanya mengkritik, tetapi juga membawa gagasan. Ini penting agar kebijakan energi tidak menjauh dari kepentingan masyarakat daerah,” kata Lia.
Ia menekankan perlunya intervensi negara agar pengelolaan energi tidak semata berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan keberlanjutan. Sebagai tindak lanjut, Lia menyatakan siap memberikan surat rekomendasi dan mengawal aspirasi DEM Madura ke kementerian dan lembaga terkait.
“Energi bukan sekadar soal sumber daya, tetapi soal keadilan. Dan suara mahasiswa harus didengar,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








