DPD RI Soroti Dampak Gawai pada Anak, Lia Istifhama Ajak Orang Tua Perkuat Pendampingan

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan pandangannya soal dampak gawai pada anak di Surabaya, Jumat (23/01). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan pandangannya soal dampak gawai pada anak di Surabaya, Jumat (23/01). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI Lia Istifhama menyoroti perubahan pola tumbuh kembang anak di tengah masifnya penggunaan gawai. Menurut Senator asal Jawa Timur itu, kehadiran ponsel pintar yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak membawa dampak serius terhadap cara mereka berinteraksi, mengelola emosi, dan membangun karakter.

Lia mengungkapkan kegelisahannya saat melihat permainan tradisional seperti kelereng, bola, dan layangan semakin jarang dijumpai. Sebaliknya, anak-anak kini lebih akrab dengan layar ponsel, bahkan sejak usia dini. “Kadang terasa ironis. Anak-anak sekarang lebih cepat mengeja ‘HP’ ketimbang memanggil ayah atau bunda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan itu bukan sekadar soal alat bermain, melainkan juga pola interaksi. Jika generasi sebelumnya tumbuh dengan permainan kolektif yang melibatkan banyak teman, anak-anak masa kini cenderung beraktivitas sendiri dengan gawai di tangan. Hiburan dapat diakses hanya dengan menggesek layar, tanpa kehadiran orang lain.

Dalam praktiknya, lanjut Lia, gawai yang awalnya dirancang untuk menunjang kebutuhan orang dewasa perlahan beralih fungsi menjadi “pengasuh” instan. Banyak orang tua memberikan ponsel pribadi agar anak mudah ditenangkan. “Sekarang hampir semua anak punya ponsel sendiri. Sesuatu yang dulu bahkan belum tentu dimiliki orang tuanya,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Lia, membawa konsekuensi yang tidak sederhana. Anak-anak yang berkumpul bersama tetap sibuk dengan layar masing-masing atau terhubung lewat gim daring. Di ruang digital itu, mereka berpotensi menyerap bahasa kasar dan perilaku agresif tanpa memahami konteks dan dampaknya.

Ia juga menilai penggunaan gawai berlebihan membuat anak mudah ditenangkan secara instan, namun lebih cepat tersulut emosinya ketika keinginan tidak terpenuhi. “Tanpa disadari, mereka jadi terlalu cepat tahu banyak hal, padahal belum cukup kuat secara emosional untuk menyaringnya,” ujar Lia.

Mengenang masa kecilnya, Lia menyebut keterbatasan justru melatih kreativitas. Televisi dengan jam tayang terbatas, buku, hingga kebiasaan berimajinasi menjadi ruang belajar yang alami. “Dulu, menghayal bukan hal aneh. Dari situlah kreativitas tumbuh,” tuturnya, Jumat (23/01).

Di akhir pernyataannya, Lia menegaskan teknologi pada dasarnya netral. Ia bisa bermanfaat besar, tetapi juga berisiko jika tanpa kendali. Karena anak belum mampu memilah sepenuhnya, ia mengajak orang tua dan lingkungan untuk memperkuat pendampingan. “Kehadiran nyata orang dewasa adalah benteng utama agar teknologi menjadi sahabat, bukan ancaman bagi masa kecil anak,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru