PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Transformasi pelayanan publik kini mulai bergerak dari desa. Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, resmi menerapkan buku tamu digital berbasis QR Code untuk mempercepat pelayanan masyarakat dan memperkuat akurasi data pengunjung, pada Jumat (08/05/2026).
Inovasi ini langsung menarik perhatian karena warga tak lagi harus mengisi buku tamu manual menggunakan tulisan tangan. Pengunjung kini cukup memindai kode QR melalui ponsel, lalu mengisi identitas dan kebutuhan pelayanan secara digital dalam hitungan detik.
Langkah tersebut dinilai menjadi terobosan penting di tengah tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan minim antrean. Sistem ini juga membuat data masyarakat tersimpan otomatis sehingga lebih mudah ditelusuri saat dibutuhkan.
Kepala Desa Muhammad Fuad mengatakan penerapan buku tamu digital dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus merapikan sistem administrasi desa yang selama ini masih dilakukan secara manual.
“Dengan buku tamu digital ini, kebutuhan warga yang datang akan terdata secara akurat. Hal ini memungkinkan kami memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran sesuai bidangnya,” ujar Fuad.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi langkah awal menuju tata kelola desa berbasis teknologi atau Smart Village. Pemdes Randupitu bahkan berencana mengembangkan fitur pelayanan yang lebih spesifik agar warga dapat memilih jenis layanan maupun petugas tujuan sebelum datang ke kantor desa.
“Saat ini fokusnya masih di administrasi umum karena itu yang paling banyak dibutuhkan warga. Namun sistem ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar pelayanan semakin maksimal,” tambahnya.
Penerapan layanan digital ini juga membawa dampak langsung bagi masyarakat. Selain mempercepat antrean pelayanan, sistem otomatis mampu mengurangi kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.
Data pengunjung juga bisa dikelompokkan berdasarkan kebutuhan layanan warga. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah desa dalam menentukan kebijakan pelayanan publik ke depan.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung kantor desa, salah satunya Mia, pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan. Ia menilai langkah Desa Randupitu cukup maju dibanding pelayanan desa pada umumnya.
“Baru kali ini saya menemukan buku tamu digital di tingkat kantor desa. Ini terobosan yang sangat maju dan sangat membantu dalam akurasi data,” ungkapnya.
Terobosan Desa Randupitu menjadi bukti bahwa modernisasi pelayanan publik tidak hanya berkembang di kota besar. Digitalisasi kini mulai menyentuh desa dan membuka peluang pelayanan yang lebih cepat, efisien, serta transparan bagi masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat semakin nyaman mendapatkan pelayanan dan desa bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman,” pungkas Fuad.
Lainnya:
- Lamongan Gaspol Salurkan Bantuan Pangan, Data Penerima Kini Diawasi Ketat
- Bupati Asahan Warning Pejabat Baru: Jangan Main Data dan Anggaran Rakyat
- Sidoarjo Jadi Contoh Nasional, Strategi Dongkrak PAD Mulai Ditiru Daerah
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








