Desa di Pasuruan Ini Tinggalkan Buku Tulis, Pelayanan Warga Kini Serba Digital

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Desa Randupitu menerapkan buku tamu digital berbasis QR Code untuk mempercepat pelayanan warga, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintah Desa Randupitu menerapkan buku tamu digital berbasis QR Code untuk mempercepat pelayanan warga, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Transformasi pelayanan publik kini mulai bergerak dari desa. Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, resmi menerapkan buku tamu digital berbasis QR Code untuk mempercepat pelayanan masyarakat dan memperkuat akurasi data pengunjung, pada Jumat (08/05/2026).

Inovasi ini langsung menarik perhatian karena warga tak lagi harus mengisi buku tamu manual menggunakan tulisan tangan. Pengunjung kini cukup memindai kode QR melalui ponsel, lalu mengisi identitas dan kebutuhan pelayanan secara digital dalam hitungan detik.

Langkah tersebut dinilai menjadi terobosan penting di tengah tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan minim antrean. Sistem ini juga membuat data masyarakat tersimpan otomatis sehingga lebih mudah ditelusuri saat dibutuhkan.

Kepala Desa Muhammad Fuad mengatakan penerapan buku tamu digital dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus merapikan sistem administrasi desa yang selama ini masih dilakukan secara manual.

“Dengan buku tamu digital ini, kebutuhan warga yang datang akan terdata secara akurat. Hal ini memungkinkan kami memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran sesuai bidangnya,” ujar Fuad.

Menurutnya, sistem tersebut menjadi langkah awal menuju tata kelola desa berbasis teknologi atau Smart Village. Pemdes Randupitu bahkan berencana mengembangkan fitur pelayanan yang lebih spesifik agar warga dapat memilih jenis layanan maupun petugas tujuan sebelum datang ke kantor desa.

“Saat ini fokusnya masih di administrasi umum karena itu yang paling banyak dibutuhkan warga. Namun sistem ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar pelayanan semakin maksimal,” tambahnya.

Penerapan layanan digital ini juga membawa dampak langsung bagi masyarakat. Selain mempercepat antrean pelayanan, sistem otomatis mampu mengurangi kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.

Data pengunjung juga bisa dikelompokkan berdasarkan kebutuhan layanan warga. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah desa dalam menentukan kebijakan pelayanan publik ke depan.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung kantor desa, salah satunya Mia, pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan. Ia menilai langkah Desa Randupitu cukup maju dibanding pelayanan desa pada umumnya.

“Baru kali ini saya menemukan buku tamu digital di tingkat kantor desa. Ini terobosan yang sangat maju dan sangat membantu dalam akurasi data,” ungkapnya.

Terobosan Desa Randupitu menjadi bukti bahwa modernisasi pelayanan publik tidak hanya berkembang di kota besar. Digitalisasi kini mulai menyentuh desa dan membuka peluang pelayanan yang lebih cepat, efisien, serta transparan bagi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat semakin nyaman mendapatkan pelayanan dan desa bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman,” pungkas Fuad.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru