Iqbal Blak-blakan Soal Gaji Guru di NTB, Janji Perbaiki Nasib PPPK Paruh Waktu

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu Muhamad Iqbal menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center bagi para guru di Mataram, Rabu (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lalu Muhamad Iqbal menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center bagi para guru di Mataram, Rabu (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyoroti persoalan kesejahteraan guru PPPK paruh waktu di tengah upaya memperkuat kualitas pendidikan dan karakter generasi muda di Nusa Tenggara Barat.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center bagi para guru di ruang teater Ahmad Firdaus Sukmono Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Rabu (7/5/2026).

Dalam forum tersebut, Iqbal secara terbuka mengakui masih banyak keterbatasan fiskal daerah yang membuat pemerintah belum mampu sepenuhnya memenuhi harapan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru PPPK paruh waktu.

Meski demikian, Pemprov NTB disebut mulai mengambil langkah awal dengan menetapkan tambahan penghasilan sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru PPPK paruh waktu.

“Kami ingin mengirim pesan bahwa pemerintah tidak berhenti memikirkan kesejahteraan guru. Kemampuan kami saat ini memang terbatas, tetapi ikhtiar memperbaiki kondisi guru akan tetap menjadi perhatian,” ujar Iqbal.

Isu kesejahteraan guru dinilai menjadi persoalan penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan dan pelayanan belajar siswa di daerah.

Di sisi lain, Iqbal juga menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga krisis karakter di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perubahan global yang cepat.

Menurutnya, sekolah dan guru memiliki peran strategis untuk menjaga arah generasi muda agar tidak kehilangan nilai moral dan jati diri.

“Jadilah guru yang layak dicintai murid-muridnya, karena guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjadi teladan dan pembentuk karakter,” katanya.

Iqbal menyebut pendidikan modern harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Ia menilai banyak anak muda saat ini mengalami tekanan mental dan kehilangan ruang dialog yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu hal penting dalam hidup adalah kemampuan berdialog dengan diri sendiri. Banyak orang merasa kesepian bukan karena tidak memiliki teman, tetapi karena tidak pernah berdamai dengan dirinya sendiri,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTB kini mulai mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi pengembangan sumber daya manusia.

Pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan NTB memiliki kekuatan spiritual dan budaya religius yang kuat sehingga dinilai potensial menjadi pusat pendidikan karakter nasional.

“NTB adalah daerah pilihan. Pulau Seribu Masjid yang memiliki semangat spiritualitas dan ketakwaan yang kuat,” ujar Ary.

Ia menambahkan, pembangunan manusia tidak cukup hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga perlu memperkuat karakter dan kepedulian sosial generasi muda.

Langkah Pemprov NTB memperkuat pendidikan karakter dan kesejahteraan guru dinilai menjadi bagian penting menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045, terutama dalam menciptakan generasi yang kompetitif namun tetap memiliki nilai moral yang kuat.

“Anak-anak hari ini membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan kehadiran orang dewasa yang mau memahami mereka,” pungkas Iqbal.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru