Sidoarjo Jadi Contoh Nasional, Strategi Dongkrak PAD Mulai Ditiru Daerah

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Subandi menerima kunjungan kerja Bupati Karangasem di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Subandi menerima kunjungan kerja Bupati Karangasem di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Strategi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menjaga Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional mulai dilirik daerah lain. Kabupaten Karangasem, Bali, bahkan datang langsung untuk mempelajari pola pengelolaan fiskal dan sistem digitalisasi pemerintahan yang diterapkan Kota Delta.

Kunjungan kerja itu diterima langsung oleh Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (8/5/2026), bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di tengah kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, banyak pemerintah daerah mulai mencari formula baru agar kondisi fiskal tetap sehat tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengakui Sidoarjo dinilai berhasil menjaga kemandirian fiskal melalui penguatan PAD, pengawasan digital, dan sistem pemerintahan berbasis teknologi.

“Sidoarjo ini banyak kemajuannya. Kami ingin belajar bagaimana langkah Pemkab Sidoarjo meningkatkan pendapatan daerah di tengah pengurangan Transfer ke Daerah,” ujar I Gusti Putu Parwata.

Menurutnya, tantangan fiskal daerah saat ini semakin berat. Selain adanya pengurangan dana transfer pusat, pemerintah daerah juga dibatasi dalam belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.

Sementara itu, Kabupaten Karangasem masih berada di angka 46 persen. Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu ruang pembangunan jika tidak diimbangi peningkatan pendapatan daerah.

“Kondisi itu membuat kami harus mencari strategi baru dan inovasi agar fiskal daerah tetap sehat,” katanya.

Bupati Subandi menjelaskan peningkatan PAD Sidoarjo tidak hanya bertumpu pada kawasan industri. Pemkab mulai memperkuat sistem monitoring digital untuk mengawasi seluruh potensi pendapatan secara real time dan transparan.

“Semua transaksi sudah non tunai sehingga bisa dipantau dan meminimalkan celah kebocoran retribusi,” jelasnya.

Pemkab Sidoarjo kini juga mengembangkan sistem data warehouse terintegrasi yang menghubungkan seluruh data aktif OPD dalam satu pusat kendali pemerintahan.

Melalui sistem tersebut, perkembangan pendapatan daerah, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, hingga proyek strategis bisa dipantau setiap saat. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus menekan potensi penyimpangan anggaran.

Digitalisasi tata kelola pemerintahan tersebut menjadi salah satu alasan Sidoarjo dinilai berhasil mempertahankan posisi sebagai daerah dengan tingkat kemandirian fiskal tinggi di Jawa Timur.

Selain memperkuat PAD, sistem berbasis data juga memberi dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik karena proses pengawasan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.

“Dashboard monitoring dan data warehouse akan mengintegrasikan seluruh data OPD sehingga pengambilan kebijakan bisa lebih tepat,” pungkas Subandi.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Berita Terbaru