MATARAM, RadarBangsa.co.id — Kehadiran Prime Plaza Hotel Mataram mulai menarik perhatian publik dan pelaku usaha di Nusa Tenggara Barat. Hotel berbintang empat dinilai bukan sekadar bisnis akomodasi, tetapi juga sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim ekonomi Kota Mataram.
Grand opening hotel yang digelar Jumat (8/5/2026) berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat, pelaku usaha, hingga tamu undangan dari berbagai kalangan.
Berlokasi di kawasan utara Kota Mataram, hotel ini menawarkan akses strategis menuju berbagai destinasi wisata dan pusat kegiatan bisnis di Pulau Lombok. Kehadirannya disebut memperkuat infrastruktur hospitality di tengah meningkatnya kebutuhan sektor pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di NTB.
Director of Sales and Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts, Heriyanto Widjaja mengatakan hotel tersebut disiapkan bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi dan kolaborasi bisnis.
“Kami ingin Prime Plaza Hotel Mataram menjadi ruang bertemunya ide, kolaborasi, dan peluang bisnis. Kehadiran hotel ini diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan Kota Mataram,” ujarnya.
Menurut Heriyanto, perkembangan sektor bisnis dan pemerintahan di NTB menjadi salah satu alasan utama hadirnya hotel baru tersebut. Dengan fasilitas modern dan standar pelayanan internasional, Prime Plaza diproyeksikan mampu mendukung berbagai agenda regional maupun nasional.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram menilai hadirnya hotel berbintang baru menjadi indikator positif bagi daya saing daerah. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyebut investasi sektor perhotelan akan memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Bagi kami, kehadiran hotel ini merefleksikan bahwa Kota Mataram menjadi tempat yang cukup bersahabat untuk siapa pun yang ingin berinvestasi,” kata Mohan.
Ia menegaskan, dampak ekonomi yang diharapkan tidak hanya berhenti di sektor hotel, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan aktivitas bisnis lokal.
“Misalnya rekrutmen lapangan kerja, UMKM bergerak, dan yang paling penting adalah daya saing daerah semakin kompetitif,” tambahnya.
Pemerintah Kota Mataram sendiri telah menetapkan arah pembangunan sebagai pusat kegiatan nasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur penunjang seperti hotel, pusat bisnis, dan fasilitas publik dinilai penting agar Mataram mampu bersaing dengan kota lain di Indonesia timur.
Prime Plaza Hotel Mataram hadir dengan konsep modern yang memadukan layanan internasional dan nuansa budaya lokal Lombok. Hotel ini dilengkapi kamar premium, ruang pertemuan, restoran, hingga fasilitas penunjang kegiatan bisnis dan konferensi.
Kehadiran hotel tersebut diharapkan memperkuat citra Lombok bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat kegiatan bisnis baru di kawasan timur Indonesia.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis hotel ini bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Heriyanto.
Lainnya:
- Lamongan Gaspol Salurkan Bantuan Pangan, Data Penerima Kini Diawasi Ketat
- Bupati Asahan Warning Pejabat Baru: Jangan Main Data dan Anggaran Rakyat
- Sidoarjo Jadi Contoh Nasional, Strategi Dongkrak PAD Mulai Ditiru Daerah
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








