MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan (HMR) Kota Mataram terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dokter umum. Terbaru, rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram ini menggelar In House Training (IHT) Basic Ultrasound Life Support (BULS) pada Jumat (30/1/2026), sebagai upaya meningkatkan kecepatan dan akurasi penanganan pasien gawat darurat.
Pelatihan BULS ditujukan untuk membekali dokter umum dengan keterampilan dasar penggunaan ultrasonografi sebagai alat bantu diagnosis dan pengambilan keputusan klinis secara cepat, terutama di lini pertama pelayanan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), UGD, dan klinik rawat jalan.
Direktur Utama RSUD HMR Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan peningkatan kapasitas tenaga medis merupakan faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap tenaga kesehatan di RSUD HMR dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan akurat. Dengan SDM yang unggul, profesional, dan kompeten, pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal,” ujarnya.
Menurut dr. Eka Nurhayati, kemampuan penggunaan ultrasound secara cepat dalam kondisi darurat sangat membantu dokter dalam mengenali kondisi kritis pasien sejak awal, sehingga keputusan medis dapat diambil tanpa menunda waktu penanganan.
Secara teknis, pelatihan Basic Ultrasound Life Support atau Point-of-Care Ultrasound (POCUS) dasar ini dirancang secara intensif dengan mengombinasikan materi teori dan praktik langsung. Peserta dibekali pemahaman mulai dari prinsip dasar ultrasonografi, teknik pemeriksaan cepat, hingga simulasi kasus kegawatdaruratan yang kerap ditemui di rumah sakit.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dokter spesialis radiologi yang berpengalaman, sehingga materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan layanan sehari-hari.
Manajemen RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram berharap hasil pelatihan ini dapat segera diterapkan dalam praktik klinis, khususnya di IGD, guna meningkatkan ketepatan diagnosis awal dan keselamatan pasien. “Peningkatan mutu pelayanan adalah proses berkelanjutan, dan penguatan kompetensi SDM menjadi fondasi utamanya,” tutup dr. Eka Nurhayati.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








