DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Gerak Cepat Polda Jatim Bongkar Mafia Tanah

Senin, 29 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah cepat Polda Jatim dalam menangani kasus Nenek Elisa. (Foto Dok HoRadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah cepat Polda Jatim dalam menangani kasus Nenek Elisa. (Foto Dok HoRadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Langkah cepat Polda Jawa Timur memeriksa Samuel dalam rangkaian kasus Nenek Elisa dinilai menjadi sinyal penting bagi upaya penegakan hukum terhadap praktik mafia tanah. Proses tersebut memunculkan harapan baru, bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi publik yang selama ini resah melihat konflik agraria kerap berujung ketidakadilan.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai pemeriksaan ini mencerminkan keseriusan aparat merespons kasus yang menyita perhatian publik.

Menurutnya, perkara yang menimpa Nenek Elisa adalah cerminan persoalan struktural yang dialami banyak warga kecil ketika berhadapan dengan kekuatan modal dan manipulasi dokumen.

“Langkah cepat ini patut diapresiasi. Kasus Nenek Elisa harus menjadi momentum membuka tabir mafia tanah yang selama ini bekerja sistematis dan sering luput dari jerat hukum,” ujar Lia Istifhama, Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan, keberanian aparat memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat merupakan pesan tegas bahwa hukum tidak boleh tunduk pada relasi kuasa. Selama ini, banyak korban memilih diam karena takut, tertekan, dan minim akses pendampingan hukum.

Kasus ini, lanjut Lia, menyentuh nurani publik karena melibatkan warga lanjut usia yang seharusnya menikmati masa tua dengan tenang, bukan berjuang mempertahankan hak atas tanahnya.

“Ketika aparat bergerak cepat dan transparan, kepercayaan publik bisa dipulihkan. Ini bukan hanya tentang satu orang, tetapi tentang ribuan korban lain di luar sana,” katanya.

Lia juga mendorong agar penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh hingga menyentuh aktor intelektual dan jaringan yang diduga terlibat. “Jika satu kasus dibongkar serius, efek jera dan dampaknya akan luas. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah,” ujarnya.

Kini, publik menanti konsistensi aparat. Kasus Nenek Elisa diharapkan menjadi titik balik penegakan hukum agraria yang lebih berkeadilan dan berpihak pada masyarakat lemah

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Polsek Tikung Patroli Kota Presisi di Bakalanpule Lamongan, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Polsek Tikung Patroli Objek Vital, Antisipasi 4C dan Gangguan Kamtibmas di Lamongan
Polsek Tikung Patroli Dialogis Malam, Ajak Warga Lamongan Aktif Jaga Kamtibmas
Polsek Tikung Patroli Malam, Sasar Perbankan hingga Perumahan di Lamongan Cegah 4C
Polsek Tikung Patroli Blue Light hingga Larut Malam, Sasar 4 Titik Rawan di Lamongan
Patroli Malam, Polisi Cek Keamanan dan CCTV Tiga Objek Vital di Laren Lamongan
Kepergok Korban di Puskesmas Deket Lamongan, Terduga Pelaku Curanmor Kabur Lalu Diamankan
Polsek Laren Ajak Warga Lamongan Bersama Jaga Kamtibmas Lewat Patroli Dialogis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:05

Polsek Tikung Patroli Kota Presisi di Bakalanpule Lamongan, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Kamis, 17 September 2026 - 10:49

Polsek Tikung Patroli Objek Vital, Antisipasi 4C dan Gangguan Kamtibmas di Lamongan

Kamis, 17 September 2026 - 10:42

Polsek Tikung Patroli Dialogis Malam, Ajak Warga Lamongan Aktif Jaga Kamtibmas

Kamis, 17 September 2026 - 10:35

Polsek Tikung Patroli Malam, Sasar Perbankan hingga Perumahan di Lamongan Cegah 4C

Kamis, 17 September 2026 - 10:28

Polsek Tikung Patroli Blue Light hingga Larut Malam, Sasar 4 Titik Rawan di Lamongan

Berita Terbaru