Dini Hari Disikat! Modus Pembeli Palsu Gasak Tas Pedagang Semarang

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi kios pedagang korban pencurian di Pedamaran Semarang, Kamis (30/4/2026). Pelaku terekam CCTV saat melarikan diri. (Foto SCREENSHOT  REKAMAN CCTV/RadarBangsa.co.id)

Lokasi kios pedagang korban pencurian di Pedamaran Semarang, Kamis (30/4/2026). Pelaku terekam CCTV saat melarikan diri. (Foto SCREENSHOT REKAMAN CCTV/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Aksi kriminal dengan modus pembeli palsu kembali menghantui pedagang kecil. Kali ini, seorang pedagang di kawasan Pedamaran, Semarang, kehilangan tas berisi barang berharga saat berjualan di waktu rawan, dini hari.

Peristiwa menimpa Catur Ariani (38) pada Kamis (30/4) sekitar pukul 03.40 WIB. Saat itu, korban sedang menjaga kios sendirian setelah suaminya pergi mengambil stok barang ke Pasar Johar.

Dua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Satu orang tetap siaga di atas kendaraan dengan mesin menyala, sementara rekannya turun berpura-pura membeli bawang merah dan bawang putih.

Ketika korban fokus melayani, pelaku dengan cepat masuk ke dalam kios dan mengambil tas milik korban. Aksi berlangsung singkat dan nyaris tanpa kecurigaan sebelum pelaku kabur.

“Saya cuma fokus melayani, tiba-tiba tas sudah tidak ada. Pelaku langsung kabur, saya sempat teriak ‘maling’,” ujar korban.

Teriakan korban sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi. Salah satu pedagang mencoba mengejar, namun pelaku berhasil meloloskan diri.

Kasus ini menambah kekhawatiran di kalangan pedagang, terutama yang beraktivitas pada jam-jam rawan. Minimnya pengamanan dan kondisi sepi menjadi celah empuk bagi pelaku kejahatan.

Kapolsek Semarang Tengah, Sugito, memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.

“Kami sudah lakukan olah TKP dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Tim masih memburu pelaku dan mengidentifikasi ciri-cirinya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Jangan berjualan sendirian di jam rawan. Pastikan ada pengamanan tambahan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Dari sisi dampak, kasus ini bukan hanya kerugian materi, tetapi juga memicu rasa tidak aman bagi pelaku usaha kecil. Padahal, aktivitas dini hari menjadi tulang punggung ekonomi pasar tradisional.

Dengan meningkatnya kasus serupa, aparat kepolisian menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Segera laporkan jika ada aktivitas mencurigakan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
Pipa Bocor di Kerumutan Pelalawan Bikin Cemas, Rembesan Minyak Dekati Permukiman
Pariwisata Kendal Diproyeksikan Jadi Alternatif Unggulan, Taj Yasin: Dorong Ekonomi Daerah
Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan
Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C
Polsek Tikung Bergerak Tengah Malam di Lamongan, Patroli Blue Light Sapu Balap Liar dan Kriminalitas
Pukis Desak Audit Total Perkeretaapian Usai Tragedi Bekasi Timur
Polres Jombang Bentuk Sabuk Kamtibmas, Cegah Gangguan Sebelum Membesar

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:14 WIB

Pipa Bocor di Kerumutan Pelalawan Bikin Cemas, Rembesan Minyak Dekati Permukiman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:16 WIB

Pariwisata Kendal Diproyeksikan Jadi Alternatif Unggulan, Taj Yasin: Dorong Ekonomi Daerah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:48 WIB

Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:45 WIB

Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C

Berita Terbaru