SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Aksi kriminal dengan modus pembeli palsu kembali menghantui pedagang kecil. Kali ini, seorang pedagang di kawasan Pedamaran, Semarang, kehilangan tas berisi barang berharga saat berjualan di waktu rawan, dini hari.
Peristiwa menimpa Catur Ariani (38) pada Kamis (30/4) sekitar pukul 03.40 WIB. Saat itu, korban sedang menjaga kios sendirian setelah suaminya pergi mengambil stok barang ke Pasar Johar.
Dua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Satu orang tetap siaga di atas kendaraan dengan mesin menyala, sementara rekannya turun berpura-pura membeli bawang merah dan bawang putih.
Ketika korban fokus melayani, pelaku dengan cepat masuk ke dalam kios dan mengambil tas milik korban. Aksi berlangsung singkat dan nyaris tanpa kecurigaan sebelum pelaku kabur.
“Saya cuma fokus melayani, tiba-tiba tas sudah tidak ada. Pelaku langsung kabur, saya sempat teriak ‘maling’,” ujar korban.
Teriakan korban sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi. Salah satu pedagang mencoba mengejar, namun pelaku berhasil meloloskan diri.
Kasus ini menambah kekhawatiran di kalangan pedagang, terutama yang beraktivitas pada jam-jam rawan. Minimnya pengamanan dan kondisi sepi menjadi celah empuk bagi pelaku kejahatan.
Kapolsek Semarang Tengah, Sugito, memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.
“Kami sudah lakukan olah TKP dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Tim masih memburu pelaku dan mengidentifikasi ciri-cirinya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan berjualan sendirian di jam rawan. Pastikan ada pengamanan tambahan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Dari sisi dampak, kasus ini bukan hanya kerugian materi, tetapi juga memicu rasa tidak aman bagi pelaku usaha kecil. Padahal, aktivitas dini hari menjadi tulang punggung ekonomi pasar tradisional.
Dengan meningkatnya kasus serupa, aparat kepolisian menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Segera laporkan jika ada aktivitas mencurigakan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Lainnya:
- Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
- Pipa Bocor di Kerumutan Pelalawan Bikin Cemas, Rembesan Minyak Dekati Permukiman
- Pariwisata Kendal Diproyeksikan Jadi Alternatif Unggulan, Taj Yasin: Dorong Ekonomi Daerah
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin








