SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Lia Istifhama mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai berdampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Fokus pada aspek keamanan, kenyamanan, serta mitigasi risiko disebut menjadi faktor utama melonjaknya angka kunjungan, terutama wisatawan mancanegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Lia di Surabaya, Jumat (14/2/2026), menanggapi data terbaru yang menunjukkan tren positif sektor pariwisata Jawa Timur. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara wisatawan nusantara (wisnus) tumbuh 18 persen.
“Keamanan dan kenyamanan adalah faktor kunci dalam industri pariwisata. Kebijakan Pemprov Jawa Timur yang responsif dan antisipatif terbukti meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujar Lia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor destinasi wisata, tetapi juga memicu efek berganda bagi perekonomian daerah. Peningkatan kunjungan mendorong perputaran ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah wisatawan tidak terlepas dari strategi terintegrasi yang dijalankan Pemprov Jatim. Selain promosi, pemerintah daerah memperkuat sistem mitigasi bencana di sejumlah destinasi unggulan.
Ia menyebut langkah preventif seperti peningkatan kesiapsiagaan, pemantauan cuaca, hingga koordinasi lintas sektor dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan terhadap aktivitas wisata. “Upaya ini untuk memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di Jawa Timur,” kata Evy.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Jawa Timur memiliki beragam destinasi alam dan budaya yang rentan terhadap faktor cuaca maupun dinamika lingkungan. Dengan penguatan sistem mitigasi, pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan sektor pariwisata sekaligus melindungi pelaku usaha lokal.
Lia menambahkan, konsistensi kebijakan berbasis keamanan dan mitigasi risiko harus terus dijaga agar tren positif ini berkelanjutan. “Kepercayaan wisatawan adalah aset. Jika dijaga dengan kebijakan yang tepat, pariwisata Jawa Timur akan semakin kompetitif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








