dr Ramadi Satryo, Peneliti Muda dari Pasuruan yang Bikin Bangga Dunia Medis Indonesia

Selasa, 7 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Konferensi Kerja dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) 2025 di Kota Banjarmasin (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana Konferensi Kerja dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) 2025 di Kota Banjarmasin (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Prestasi membanggakan datang dari dunia medis Kabupaten Pasuruan. dr Ramadi Satryo Wicaksono, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam dan ahli ginjal di RSUD Bangil, berhasil meraih penghargaan Young Investigation Award 2025 pada ajang Konferensi Kerja dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) 2025 yang digelar di Kota Banjarmasin, 2–5 Oktober lalu.

Penghargaan tersebut diberikan atas penelitiannya berjudul “Peran Biomarker Baru dalam Diagnosis dan Prognosis Penyakit Ginjal” yang dinilai memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang nefrologi. Dalam ajang bergengsi itu, Ramadi berhasil meraih Juara III dan menjadi satu-satunya perwakilan dari rumah sakit daerah di Jawa Timur.

Ditemui di RSUD Bangil, Senin (6/10/2025), Ramadi mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Ia menyebut risetnya berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus gangguan ginjal, baik di Indonesia maupun secara global.

“Sekitar 13 persen dari total populasi dunia mengalami gangguan ginjal. Kalau dilihat di Kabupaten Pasuruan, jumlah kasus gangguan ginjal hingga gagal ginjal juga terus meningkat,” ujarnya.

Menurut data RSUD Bangil, saat ini terdapat sekitar 200 pasien gangguan ginjal yang rutin menjalani perawatan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ramadi menjelaskan, biomarker ginjal merupakan zat atau karakteristik biologis dalam tubuh yang bisa digunakan untuk menilai fungsi dan kondisi ginjal. Penggunaan biomarker dinilai lebih akurat dibandingkan metode konvensional dalam mendeteksi penyakit ginjal secara dini.

“Biomarker mampu memberikan informasi lebih awal dan akurat. Perannya penting untuk deteksi dini cedera ginjal akut, membedakan subtipe penyakit, dan mengidentifikasi pasien berisiko tinggi. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan secara personal dan tepat sasaran,” tuturnya.

Dalam konteks klinis, lanjut Ramadi, penelitian ini diharapkan membantu dokter melakukan diagnosis lebih cepat serta memprediksi progresi penyakit ginjal kronis. Selain itu, biomarker juga dapat digunakan untuk memantau komplikasi yang sering menyertai gangguan ginjal.

“Peran biomarker sangat krusial dalam diagnosis dini dan penentuan prognosis penyakit ginjal. Inovasi ini bisa menjadi pijakan baru dalam upaya menekan angka gagal ginjal di masyarakat,” kata Ramadi menambahkan.

Di balik capaian ilmiahnya, Ramadi juga berpesan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan ginjal. Ia mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan sejak dini.

“Sayangi ginjal kita. Ginjal berfungsi membersihkan racun dan menjaga sirkulasi darah tetap bersih. Minumlah air putih yang cukup, konsumsi makanan bergizi, istirahat teratur, dan hindari rokok, alkohol, serta narkotika,” imbaunya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru