Dua tokoh asal Jawa Timur Anggota DPD RI Lia Istifhama dan Gus Firman, Dorong Tokoh Jatim Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 26 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(kiri)  Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, dan (kanan) Gus Firman  menekankan pentingnya pengawasan ketat program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

(kiri) Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, dan (kanan) Gus Firman menekankan pentingnya pengawasan ketat program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah kembali menuai sorotan. Dua tokoh asal Jawa Timur, Anggota DPD RI Lia Istifhama atau Ning Lia, serta Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) Firman Syah Ali atau Gus Firman, kompak meminta agar pemerintah memperketat pengawasan demi mencegah masalah berulang.

Ning Lia menegaskan, pengawasan harus dilakukan menyeluruh, termasuk melibatkan pemerintah daerah. Menurutnya, distribusi makanan bergizi tidak boleh hanya mengutamakan kuantitas, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan pangan.

“Pengawasan pemerintah harus dioptimalkan dan jangan lupa mengikutsertakan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, Ning Lia menilai MBG perlu memperluas peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM lokal, katanya, akan mempercepat pemerataan manfaat sekaligus menjaga kualitas makanan tetap segar.

“UMKM harus dilibatkan lebih luas. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat bahwa MBG aman, sehat, dan bermanfaat,” tegas senator yang dikenal sebagai Wakil Rakyat Terpopuler versi ARCI itu.

Ia menambahkan, model penyediaan yang masih terpusat pada satu dapur dengan jumlah pesanan besar justru rawan menimbulkan masalah distribusi. Menurutnya, ideal jika setiap sekolah bisa bekerja sama dengan UMKM sekitar agar suplai lebih merata.

Kasus dugaan keracunan yang belakangan mencuat, lanjutnya, harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas pangan, sistem distribusi, hingga strategi pemberdayaan UMKM daerah. “Pelibatan UMKM lokal termasuk di ring satu sekolah sangat penting agar makanan tetap fresh dan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Gus Firman menyoroti aspek lain dari program MBG, yakni potensi korupsi. Ia mengingatkan bahwa Transparency International Indonesia (TII) telah mengeluarkan sinyal peringatan terkait kerawanan tersebut.

“Kalau Ning Lia prihatin terhadap eskalasi kasus keracunan, saya prihatin pada potensi korupsi sistemiknya. Pemerintah sebaiknya membaca, mencegah, dan memonitor kerawanan ini karena indikasi kuat sudah bermunculan,” ujar dosen yang juga pengurus Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) itu.

Keponakan Mahfud MD tersebut menekankan pentingnya evaluasi total. Ia menilai suara masyarakat juga menunjukkan keresahan serupa. “Daripada menimbulkan banyak masalah, lebih baik program ini segera dievaluasi total. Apa yang kami sampaikan ini juga banyak disuarakan oleh warganet maupun masyarakat umum di warung-warung kopi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia masih termasuk negara dengan tingkat kerawanan korupsi tinggi. Karena itu, pemerintah harus ekstra hati-hati, apalagi anggaran MBG tergolong besar dan melibatkan banyak pihak.

“We have no other choices selain memperketat pengawasan MBG, agar program ini tidak kehilangan raison d’etre,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru