PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan di bidang kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, hingga pencegahan stunting.
Sebanyak 20 peserta terpilih sebagai finalis setelah melalui proses seleksi berlapis sebelum akhirnya tampil dalam Grand Final Apresiasi Duta Genre di Hotel Royal Senyiur Prigen, Kamis (20/11/2025). Seleksi berlangsung ketat, mulai dari administrasi, tes tulis, wawancara hingga penilaian komitmen serta kemampuan advokasi remaja.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, menjelaskan bahwa seluruh tahapan dilaksanakan untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar layak menjadi pionir edukasi program pemerintah di tingkat sekolah dan komunitas.
“Total pesertanya 138 orang. Setelah dicek administrasinya, yang lolos ada 129 orang. Kemudian tes tulis seputar pengetahuan konseptual quick wins BKKBN, PKBR dan pencegahan stunting. Kalau wawancara ya seputar komitmen, motivasi dan kemampuan public speaking,” jelasnya.
Menurut Lilik, peserta yang berasal dari sekolah, forum remaja, serta PIK-Remaja ini telah mengikuti pembekalan intensif selama masa karantina. Mereka mendapatkan pendalaman materi tentang Bangga Kencana, public speaking, serta metode advokasi yang relevan dengan konteks isu remaja masa kini.
“Karena tugasnya adalah sebagai pelopor dan pelapor dalam menyuarakan isu-isu strategis remaja. Dan kami memilih yang benar-benar memenuhi kriteria itu semua,” tegas Lilik.
Salah satu momen istimewa dalam Grand Final adalah kehadiran Bunda Genre Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, yang turut menjadi salah satu dari tiga dewan juri. Dalam sambutannya, Merita menyampaikan tiga mandat utama yang harus dijalankan oleh para Duta Genre terpilih.
Pertama, para duta diharapkan aktif menyampaikan edukasi mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja atau TRIAD KKR. Kedua, mereka harus menjadi promotor program keluarga berencana bagi kalangan muda. Ketiga, mereka didorong untuk membangun kolaborasi dengan Posyandu, Puskesmas dan Poktan BKB agar pesan tentang gizi, pola asuh, dan kesehatan reproduksi tersampaikan secara menyeluruh hingga ke tingkat keluarga.
“Duta Genre ini harus jadi pioneer dalam mengedukasi teman sebaya tentang bahaya pra nikah, HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Masa depan pernikahan harus direncanakan dengan sebaiknya. Manfaatkan PIK-R sebagai wadah bertanya dan mendapatkan informasi yang benar,” ajaknya.
Di akhir sambutan, istri Bupati Pasuruan tersebut berharap peran duta tidak berhenti sebatas simbol, melainkan hadir sebagai agen perubahan dan figur panutan di tengah masyarakat.
“Ada Quick Wins Kemendugbangga, Pendewasaan usia perkawinan, pencegahan stunting sampai penguatan life skill dan hardskill remaja,” tuturnya.
Hasil akhir penjurian menetapkan Abraham Alibari Priambodo dari PIK-R Kecamatan Bangil dan Firda Andini Islamy dari PIK-R Kecamatan Kraton sebagai Juara 1 Duta Genre Kabupaten Pasuruan 2025.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









