LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pembangunan Embung Wono Tirto Lestari di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, menjadi upaya mengatasi persoalan ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat. Embung tersebut dirancang memiliki luas sekitar 3,80 hektare dengan kapasitas tampungan efektif mencapai 95 ribu meter kubik air. Pembangunannya direncanakan berlanjut pada 2027.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri tasyakuran Embung Wono Tirto Lestari pada Rabu (28/10). Ia menyampaikan bahwa pembangunan embung merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan air, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Pada 2026, upaya serupa juga dilakukan melalui pengerukan delapan hingga sembilan waduk di wilayah Sambeng agar kembali berfungsi untuk pengairan.
“Selain dipelihara dengan baik, pemanfaatannya juga harus diatur. Saya berharap masyarakat berkoordinasi dengan pihak yang membidangi sumber daya air agar pemanfaatannya optimal dan tidak sampai terjadi perebutan air,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Berdasarkan perencanaan teknis, embung yang berada di atas lahan Perhutani seluas sekitar 3,80 hektare itu ditargetkan mampu mendukung pengairan 16 hektare lahan sawah. Dengan kebutuhan air sekitar 3.000 meter kubik per hektare setiap masa tanam, total kebutuhan air untuk pertanian diperkirakan mencapai 48.000 meter kubik per masa tanam.
Selain untuk irigasi, embung diproyeksikan menjadi cadangan air pada musim kemarau, mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih permukiman, serta membantu mengendalikan limpasan air hujan.
Dari sisi teknis, pembangunan embung mencakup tanggul sepanjang 200,18 meter, lebar 5 meter, dengan tinggi maksimum 4,4 meter dan tinggi tampungan 2,5 meter. Pada 2027, pembangunan direncanakan berlanjut melalui penyediaan pelimpah berpintu serta peningkatan jaringan irigasi menggunakan saluran pasangan sepanjang 144 meter.
Perwakilan Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto, Bima Andrayuwana, menjelaskan bahwa pembangunan embung dapat dilaksanakan setelah permohonan pemanfaatan kawasan memperoleh persetujuan Kementerian Kehutanan melalui mekanisme kerja sama dengan Perum Perhutani.
Masyarakat juga diharapkan turut menjaga kelestarian kawasan hutan dan embung agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Kedungbanjar, Suwarno, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya embung yang telah lama dicita-citakan warga. Menurutnya, pengajuan pemanfaatan kawasan dilakukan pada 2023 dan memperoleh persetujuan pembangunan pada 2026, sedangkan pembangunan direncanakan berlanjut pada 2027.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, cita-cita masyarakat Kedungbanjar akhirnya terwujud. Selama ini, air hujan kerap menyebabkan banjir hingga merendam permukiman. Kami berharap melalui embung ini, air dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk pertanian serta kebutuhan air bersih,” ungkapnya.
Keberadaan Embung Wono Tirto Lestari diharapkan menjadi bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal di Kecamatan Sambeng. Dengan kapasitas tampungan sekitar 95 ribu meter kubik, embung ini diharapkan dapat mengubah potensi air hujan menjadi cadangan air yang bermanfaat bagi pertanian dan masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar