Festika Jatim 2025, Pesan Khofifah untuk Guru dan Masa Depan Pendidikan

Selasa, 16 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dan apresiasi pada Festival TIK Jawa Timur 2025 di Malang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dan apresiasi pada Festival TIK Jawa Timur 2025 di Malang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jawa Timur 2025 menjadi salah satu instrumen strategis dalam mempercepat digitalisasi pendidikan di provinsi tersebut. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan apresiasi kepada guru dan murid berprestasi dalam ajang Festika Jatim 2025 di Hotel Savana, Kota Malang, Senin (15/12/2025).

Menurut Khofifah, Festika tidak hanya menjadi ajang apresiasi inovasi dan prestasi, tetapi juga forum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam merespons perubahan besar di dunia pembelajaran akibat kemajuan teknologi. Kehadiran guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kebijakan pendidikan menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai fondasi transformasi pendidikan Jawa Timur.

“Festika ini adalah ruang strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan. TIK bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Jawa Timur yang adaptif, unggul, dan mampu bersaing secara global,” ujar Khofifah.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tidak dapat menggantikan peran fundamental guru. Menurutnya, guru tetap menjadi aktor utama dalam membangun karakter, nilai, dan kepribadian peserta didik.

“AI dan teknologi hanyalah tools atau alat bantu. Guru adalah pihak yang berada di balik teknologi dengan nilai dan karakter yang kuat. Peran ini tidak tergantikan,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus selalu berpijak pada etika dan pendidikan karakter. Semakin tinggi ilmu pengetahuan yang disampaikan, kata dia, semakin besar pula tanggung jawab guru untuk menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami dan bermakna bagi murid.

“Makin tinggi sebuah ilmu, maka penyampaiannya harus semakin sederhana dan mudah dipahami,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan AI di dunia pendidikan tidak ditempatkan sebagai teknologi yang bebas nilai. Digitalisasi pendidikan, menurut Khofifah, tidak boleh berjalan di ruang hampa, tetapi harus seiring dengan penguatan karakter, etika, dan kepekaan sosial peserta didik.

“Jangan menempatkan teknologi sebagai sesuatu yang bebas nilai. Terima kasih kepada guru-guru penggerak di Jawa Timur yang terus menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam proses belajar,” ucapnya.

Sejalan dengan tema Festika 2025, yakni “Digitalisasi Pembelajaran Bermakna Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, Khofifah menilai digitalisasi harus dimaknai sebagai sarana strategis untuk memperdalam kualitas pembelajaran. Teknologi tidak berhenti pada penggunaan perangkat digital, tetapi harus mampu memperkaya interaksi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kreativitas dan karakter peserta didik.

“Digitalisasi pembelajaran yang kita dorong adalah digitalisasi yang bermakna. Teknologi harus hadir untuk memperkuat pemahaman, memperkaya proses belajar, dan membentuk karakter generasi penerus,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meluncurkan buku berjudul “Bukan Guru Biasa (Coretan Sang Juara Guru Sobat Teknologi 2025 Provinsi Jawa Timur)”. Buku ini memotret perjalanan 22 Guru Sobat Teknologi Jawa Timur dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Khofifah menjelaskan, buku tersebut tidak hanya memuat karya inovatif, tetapi juga merekam kegelisahan, proses belajar, kegagalan, serta keberanian para guru dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi, di tengah keterbatasan sarana dan kesenjangan literasi digital.

“Buku ini diharapkan menjadi sumber refleksi sekaligus inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan bertransformasi bersama teknologi demi kemajuan pendidikan Jawa Timur,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan Festika bertujuan mendorong metode pembelajaran yang lebih relevan dan inklusif melalui pemanfaatan teknologi. Antusiasme tinggi terlihat dari rangkaian webinar edukasi yang diikuti 32.740 peserta dari unsur kepala sekolah, pengawas, guru, dan tenaga kependidikan.

“Ini mencerminkan kesadaran kolektif insan pendidikan Jawa Timur. Kita tidak lagi sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi inovator dan pencipta solusi pendidikan digital,” tegas Aries.

Ia menambahkan, Dindik Jatim telah mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, sebuah platform pembelajaran digital berbasis video dan modul interaktif yang aman, terstruktur, dan mudah diakses oleh guru maupun murid. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai barometer kualitas pendidikan nasional.

“Dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan Cabang Dinas Pendidikan yang dinilai berhasil mendorong digitalisasi dan sinergi pendidikan digital di Jawa Timur,”tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru