Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat sarasehan Hardiknas di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 2 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Bupati Jember Gus Fawait saat sarasehan Hardiknas di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 2 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mengubah arah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Alih-alih upacara seremonial, agenda dipusatkan pada forum dialog kebijakan yang langsung menyasar persoalan mendasar pendidikan, terutama kesejahteraan guru dan kepastian status kepegawaian.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026), menjadi ruang terbuka antara pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan. Langkah ini dinilai lebih relevan karena menyentuh kebutuhan riil yang berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmen daerah dalam menjaga kesejahteraan guru. Ia memastikan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) dan tunjangan kinerja (tukin) tidak mengalami pemotongan, di tengah tekanan fiskal yang dihadapi banyak daerah.

“Jember tetap mempertahankan besaran TPP dan tukin tanpa pengurangan. Ini bentuk keberpihakan kami pada guru sebagai ujung tombak pendidikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, kepastian pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga menjadi fokus. Pemkab memastikan seluruh usulan, baik penuh waktu maupun paruh waktu, akan dituntaskan sesuai komitmen.

Kebijakan ini berdampak langsung pada stabilitas tenaga pendidik, yang selama ini kerap dihadapkan pada ketidakpastian status. Dengan kepastian tersebut, pemerintah berharap kualitas pembelajaran meningkat dan layanan pendidikan menjadi lebih optimal.

Gus Fawait juga menekankan bahwa pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam menekan angka kemiskinan. Ia mendorong peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, sinergi antara sekolah dan orang tua diperkuat, serta keterlibatan ASN dan guru dalam verifikasi data kemiskinan dimaksimalkan agar kebijakan bantuan lebih tepat sasaran.

“Kita tidak bisa hanya bicara pendidikan di ruang kelas. Ini soal masa depan Jember dan upaya nyata memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Dengan pendekatan kebijakan yang lebih substansial ini, Pemkab Jember menargetkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus percepatan penurunan kemiskinan, sejalan dengan agenda pembangunan daerah.

Lainnya:

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Sekolah Perempuan Blitar Digeber, Pemkot Targetkan Ekonomi Keluarga Naik

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru