Festival Dayung Tejoasri Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lamongan

Senin, 15 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Festival Dayung Tejoasri 2025 di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (14/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Festival Dayung Tejoasri 2025 di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (14/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Festival Dayung Tejoasri kembali digelar tahun ini dengan meriah di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (14/9/2025). Ajang olahraga tradisional antar desa se-Jawa Timur tersebut resmi dibuka oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur Hadi Wawan Guntoro, serta Kepala Desa Tejoasri Yusuf Bachtiar.

Perhelatan tahun ketiga ini tidak sekadar menjadi wadah melestarikan olahraga dayung, tetapi juga diproyeksikan sebagai pemantik potensi sosial budaya, pariwisata, hingga ekonomi masyarakat Lamongan.

Bupati Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, mengapresiasi konsistensi Desa Tejoasri dalam menginisiasi festival dayung. Ia menyebut event ini berkembang pesat dari skala lokal menjadi kompetisi tingkat provinsi.

“Apresiasi sebesar-besarnya kepada Desa Tejoasri yang konsisten menggelar festival ini. Tahun pertama di tingkat desa, lalu berkembang ke tingkat kabupaten, dan kini menjadi ajang se-Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi pemantik potensi sosial budaya, pariwisata, hingga ekonomi masyarakat Lamongan,” ujar Pak Yes dalam sambutannya.

Festival dayung juga dinilai mampu merefleksikan kejayaan sejarah Lamongan sejak era Majapahit, kolonial, hingga masa Islam. Bengawan Solo, yang melintasi kawasan Tejoasri, disebut sebagai nadi peradaban dan perekonomian masyarakat dari masa ke masa.

Selain menjadi tontonan olahraga tradisional, festival ini juga memberi ruang bagi lebih dari seratus pelaku UMKM lokal. Produk makanan, kerajinan, dan kuliner khas Lamongan dipamerkan untuk meningkatkan daya beli sekaligus memperluas promosi daerah.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, Festival Dayung Tejoasri adalah event yang lengkap.

“Festival ini menggabungkan sosial budaya, kearifan lokal, gotong royong masyarakat, olahraga tradisional untuk hidup sehat, serta dukungan UMKM yang ikut menggerakkan roda ekonomi setempat,” jelas Hadi, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Laporan panitia menyebutkan, sebanyak 64 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam perlombaan. Setiap tim beranggotakan delapan pendayung, satu maskot, satu ofisial, dan satu cadangan. Peserta tidak hanya dari Lamongan, tetapi juga dari Bojonegoro, Tuban, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan sejumlah kabupaten lain.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp20 juta. Desa Tebaloan Kabupaten Gresik berhasil menjadi juara pertama, disusul Desa Kabalan Kabupaten Bojonegoro sebagai juara kedua. Desa Tambaklekok Kabupaten Pasuruan meraih juara ketiga, sementara juara harapan satu diberikan kepada Desa Parengan Kabupaten Lamongan.

Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menegaskan festival ini akan terus digelar sebagai agenda tahunan. “Kami ingin Festival Dayung Tejoasri tidak hanya melestarikan olahraga tradisional, tapi juga menjadi daya tarik wisata yang membanggakan Lamongan di tingkat Jawa Timur bahkan nasional,” ujarnya optimistis.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Berita Terbaru