LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmen melestarikan kuliner lokal melalui gelaran Festival Gunungan Wingko di Lapangan Sawonggaling Babat, Minggu (30/11). Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan tradisi, tetapi juga strategi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan makanan khas dan meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap kuliner lokal.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa festival adalah sarana efektif memperkenalkan wingko Babat sebagai identitas kuliner Lamongan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. “Festival seperti ini bukan hanya panggung budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi warga. Kita ingin wingko tetap dikenal luas dan UMKM terus bertumbuh,” ujar Yuhronur.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan bagi pelaku usaha terus dilakukan secara bertahap. Dari total 111.310 UMKM, sebanyak 24.820 telah mendapat pendampingan selama 2024, sementara pada 2025 sudah tercatat 835 UMKM menerima pembinaan awal. Menurutnya, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar produk lokal mampu bersaing dan menyesuaikan perubahan pasar.
Selain pembinaan, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan legalitas melalui penyaluran 21.883 Nomor Induk Berusaha (NIB), 14.523 sertifikasi halal, 30 izin BPOM, 40 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta 154 PIRT. “Legalitas adalah pintu untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. UMKM harus siap naik kelas,” tambahnya.
Festival tahun ini menampilkan tugu wingko setinggi lima meter yang tersusun dari 5.850 buah wingko produksi 13 perajin lokal. Gunungan raksasa tersebut menjadi daya tarik warga sekaligus simbol semangat pelestarian kuliner tradisional.
Yuhronur berpesan agar UMKM terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. “Kualitas harus dijaga, inovasi juga penting agar produk lokal tetap eksis dan diterima pasar,” ucapnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









