Gawai dan Internet Jadi Tantangan Baru, Bupati Sidoarjo Serukan Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan arahan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi tantangan era digital pada Gelar Mahakarya SMP Wachid Hasyim 9 Sedati. Sabtu, 13 Juni 2026   (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan arahan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi tantangan era digital pada Gelar Mahakarya SMP Wachid Hasyim 9 Sedati. Sabtu, 13 Juni 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, keluarga dinilai tetap menjadi benteng utama untuk membentuk karakter sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai dan internet.

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri Gelar Mahakarya SMP Wachid Hasyim 9 Sedati, Sabtu (13/6) malam. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah, melainkan aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga.

Menurut Subandi, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Sekolah berperan membangun kompetensi akademik, sedangkan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian anak.

“Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak. Namun orang tua tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Karena itu sekolah dan keluarga harus berjalan bersama,” ujar Subandi.

Bupati yang juga merupakan alumni SMP Wachid Hasyim 9 Sedati itu menilai tantangan generasi muda saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa sebelumnya. Kemudahan mengakses internet melalui telepon pintar membuat anak-anak rentan terpapar berbagai pengaruh negatif apabila tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.

“Anak-anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Karena itu orang tua harus peduli dan terus mengawasi perkembangan anak-anaknya,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup diberikan di ruang kelas, tetapi harus dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua. Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

“Sekolah bersama orang tua harus berkolaborasi menciptakan generasi yang luar biasa dan calon-calon pemimpin masa depan,” tegasnya.

Selain memberikan arahan kepada para orang tua, Subandi juga memotivasi para siswa agar berani memiliki cita-cita tinggi serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, semangat belajar, dan doa dari orang tua.

“Jangan pernah takut bermimpi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, terus berusaha, jangan menyerah, dan selalu meminta doa serta dukungan dari orang tua,” pesannya.

Subandi berharap Gelar Mahakarya menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Ia optimistis sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral, etika, dan budaya bangsa.

“Saya optimistis kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi kebanggaan bangsa, negara, dan orang tua,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Berita Terbaru