SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, keluarga dinilai tetap menjadi benteng utama untuk membentuk karakter sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai dan internet.
Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri Gelar Mahakarya SMP Wachid Hasyim 9 Sedati, Sabtu (13/6) malam. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah, melainkan aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga.
Menurut Subandi, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Sekolah berperan membangun kompetensi akademik, sedangkan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian anak.
“Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak. Namun orang tua tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Karena itu sekolah dan keluarga harus berjalan bersama,” ujar Subandi.
Bupati yang juga merupakan alumni SMP Wachid Hasyim 9 Sedati itu menilai tantangan generasi muda saat ini jauh lebih berat dibandingkan masa sebelumnya. Kemudahan mengakses internet melalui telepon pintar membuat anak-anak rentan terpapar berbagai pengaruh negatif apabila tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.
“Anak-anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Karena itu orang tua harus peduli dan terus mengawasi perkembangan anak-anaknya,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup diberikan di ruang kelas, tetapi harus dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua. Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Sekolah bersama orang tua harus berkolaborasi menciptakan generasi yang luar biasa dan calon-calon pemimpin masa depan,” tegasnya.
Selain memberikan arahan kepada para orang tua, Subandi juga memotivasi para siswa agar berani memiliki cita-cita tinggi serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, semangat belajar, dan doa dari orang tua.
“Jangan pernah takut bermimpi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, terus berusaha, jangan menyerah, dan selalu meminta doa serta dukungan dari orang tua,” pesannya.
Subandi berharap Gelar Mahakarya menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Ia optimistis sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral, etika, dan budaya bangsa.
“Saya optimistis kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi kebanggaan bangsa, negara, dan orang tua,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar