MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengoperasikan Grand Paviliun RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang sebagai langkah strategis menekan tren warga berobat ke luar negeri sekaligus memperkuat layanan kesehatan berstandar global di dalam negeri.
Peresmian dilakukan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (22/4/2026). Fasilitas baru ini menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan layanan medis berkualitas tinggi, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke atas.
Dengan investasi hampir Rp150 miliar yang bersumber dari pendapatan mandiri rumah sakit, pembangunan Grand Paviliun tidak membebani APBD maupun APBN. Model pembiayaan ini dinilai sebagai langkah inovatif dalam penguatan layanan publik berbasis kemandirian institusi.
Gedung tujuh lantai seluas sekitar 15.000 meter persegi tersebut dilengkapi 77 tempat tidur serta didukung 202 tenaga medis, termasuk puluhan dokter spesialis dan subspesialis. Kapasitas ini dirancang untuk meningkatkan daya tampung sekaligus kualitas layanan medis di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, pembangunan Grand Paviliun bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari strategi besar menghadirkan layanan kesehatan premium di dalam negeri. Tujuannya jelas—mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan medis luar negeri.
“Kalau kita tidak menyiapkan layanan dengan kualitas tertentu, masyarakat akan mencari sampai ke luar negeri,” tegasnya.
Konsep layanan yang diusung adalah **one stop service** berbasis sistem terintegrasi. Pasien dapat mengakses layanan pemeriksaan, tindakan medis, hingga farmasi dalam satu gedung tanpa harus berpindah lokasi.
Sistem ini berdampak langsung pada efisiensi pelayanan, terutama bagi pasien dengan kondisi kritis yang membutuhkan penanganan cepat. Proses rujukan internal menjadi lebih singkat, sehingga risiko keterlambatan penanganan bisa ditekan.
“Ini sistem terintegrasi yang memudahkan pasien, lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih efisien,” tambah Khofifah.
Tak hanya itu, RSSA juga diperkuat dengan laboratorium terintegrasi berteknologi tinggi yang telah menjadi rujukan berbagai rumah sakit di dalam dan luar Jawa Timur. Laboratorium ini bahkan dilengkapi sistem robotik otomatis untuk mendeteksi bakteri dan virus secara cepat dan akurat.
Fasilitas tersebut memperkuat posisi RSSA sebagai rumah sakit rujukan utama, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri.
Di sisi kebijakan, Pemprov Jatim juga mendorong efisiensi sistem pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan melalui skema konsolidasi lintas daerah. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus menjamin ketersediaan stok.
“Efisiensi ini tidak hanya untuk rumah sakit di Jawa Timur, tetapi juga bisa dilakukan bersama provinsi lain agar harga lebih terkontrol,” jelas Khofifah.
Kebijakan ini berdampak luas, terutama dalam menjaga stabilitas layanan kesehatan publik. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, rumah sakit dapat meningkatkan kualitas layanan tanpa membebani pasien.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai kehadiran Grand Paviliun akan memperkuat kapasitas layanan kesehatan di wilayah Malang Raya. Selain meningkatkan mutu layanan, fasilitas ini juga diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi pasien.
“Ini menjadi penopang penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan yang modern dan berorientasi keselamatan pasien,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto menyebut Grand Paviliun sebagai bagian dari strategi diversifikasi layanan rumah sakit. Selain meningkatkan kualitas layanan, fasilitas ini juga mendukung keberlanjutan finansial rumah sakit.
“Ini strategi untuk memperkuat pendapatan rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas layanan,” jelasnya.
Sejak mulai beroperasi pada 2025, Grand Paviliun telah mencatatkan lebih dari 13.900 kunjungan klinik dan 2.300 kunjungan rawat inap. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan premium di dalam negeri.
Selain itu, ruang operasi yang mulai aktif sejak Februari 2026 telah melayani berbagai tindakan medis, menandakan kesiapan fasilitas dalam menangani kasus-kasus kompleks.
Meski mengusung layanan premium, RSSA tetap menegaskan komitmen pada prinsip keadilan layanan kesehatan. Program “Sedekah Pelayanan” tetap dijalankan untuk memastikan akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah ini menjadi penting agar transformasi layanan kesehatan tidak menciptakan kesenjangan, melainkan memperluas akses dan meningkatkan kualitas secara merata.
Dengan hadirnya Grand Paviliun, Pemprov Jatim menargetkan terciptanya ekosistem layanan kesehatan berstandar internasional di daerah. Upaya ini juga sejalan dengan visi besar “World Class Hospital Collaboration”.
Khofifah berharap, fasilitas ini menjadi titik awal transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan kompetitif di tingkat global.
“Tidak perlu ke luar negeri. Layanan berkualitas sudah kita siapkan di sini,” pungkasnya.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








