Gubernur Jawa Timur Khofifah Gaspol Talenta Murid Jatim 2026, Target Juara Umum Nasional

Minggu, 5 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Ajang Talenta Jatim 2026 di Airlangga Convention Center, Surabaya, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan ribuan murid terbaik untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan ajang tersebut sekaligus menegaskan ambisi Jawa Timur mempertahankan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional. Pemprov Jatim menargetkan gelar juara umum dalam berbagai kompetisi prestasi siswa yang digelar pemerintah pusat.

Ajang ini mencakup sejumlah kompetisi bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), hingga Lomba Debat Indonesia (LDI).

Khofifah menegaskan, Ajang Talenta Jatim 2026 bukan sekadar agenda kompetisi, tetapi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis prestasi.

“Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa, tidak hanya tingkat provinsi, tetapi juga berjaya di tingkat nasional dan melaju ke internasional,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan setiap murid berbakat mendapatkan ruang yang luas untuk berkembang. Dari ajang inilah, kata dia, generasi unggul Jawa Timur dipersiapkan untuk menjawab tantangan masa depan.

“Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju,” katanya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya apresiasi pemerintah terhadap prestasi siswa. Menurut dia, capaian akademik dan non-akademik terbukti berkontribusi besar terhadap peluang masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.

Hal itu tercermin dari capaian Jawa Timur pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Berdasarkan data resmi SNPMB yang dirilis 31 Maret 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar.

Jumlah tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima melalui jalur SNBP secara nasional. Prestasi itu sekaligus memperpanjang rekor selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.

Provinsi lain yang berada di bawah Jawa Timur yakni Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima, disusul Jawa Tengah sebanyak 16.326 siswa.

“Capaian ini menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN jalur SNBP secara nasional, sekaligus mempertahankan posisi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut,” tegas Khofifah.

Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemetaan yang dilakukan sekolah dan guru, mulai dari analisis tingkat keketatan program studi hingga pemeringkatan siswa.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga perangkingan siswa. Ini menjadi kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” ujarnya.

Tidak hanya unggul dalam SNBP, Jawa Timur juga mencatat capaian tinggi dalam penerimaan mahasiswa dari kalangan keluarga prasejahtera melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Dari total 40.213 pendaftar pemegang KIP-K, sebanyak 8.915 siswa Jawa Timur dinyatakan lolos. Angka ini menjadi yang tertinggi secara nasional.

Khofifah menilai capaian tersebut sebagai kabar baik bagi masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah instrumen penting untuk itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan target besar pada tahun ini adalah merebut juara umum di seluruh ajang nasional yang digelar kementerian.

Menurut Aries, performa Jawa Timur dalam dua tahun terakhir menjadi modal optimisme.

“Tahun 2025 dari tujuh ajang prestasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen, empat menjadi juara umum tingkat nasional. Tahun 2026 target kita tujuh ajang prestasi bisa kita raih menjadi juara umum,” ungkap Aries.

Ia juga menegaskan dukungan penuh Gubernur Khofifah menjadi salah satu faktor penting yang menjaga konsistensi prestasi pendidikan Jawa Timur.

“Terima kasih Ibu Gubernur atas dukungannya, sehingga Jawa Timur tetap menjadi barometer prestasi nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aries juga mengungkap adanya peningkatan jumlah siswa yang memperoleh golden ticket masuk perguruan tinggi negeri.

Pada 2026, sebanyak 206 murid mendapatkan golden ticket melalui jalur kementerian dan Pemprov Jawa Timur, belum termasuk jalur Kementerian Agama.

“Alhamdulillah tahun ini golden ticket yang diterima anak-anak kita meningkat. Kita berharap semakin banyak siswa berprestasi yang mendapat akses masuk PTN,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada siswa, Pemprov Jatim juga menggulirkan kebijakan yang berdampak langsung pada tenaga pendidik.

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, pemerintah meluncurkan program bedah rumah untuk 38 guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.

Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, yang selama ini menjadi ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan.

“Bukan hanya murid yang berprestasi, guru-gurunya juga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” kata Aries.

Di sisi lain, bantuan juga diberikan untuk rehabilitasi ruang kelas SMK 1 Ampelgading, Malang, yang roboh sepekan lalu.

Pemprov Jatim mengalokasikan Rp100 juta untuk percepatan perbaikan agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dalam waktu satu bulan.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronika mengapresiasi langkah Jawa Timur yang dinilai selaras dengan kebijakan nasional dalam pengembangan manajemen talenta murid.

Menurut dia, implementasi kebijakan di Jawa Timur menjadi salah satu model yang patut dicontoh daerah lain.

“Yang dilakukan Jatim merupakan implementasi nyata kebijakan manajemen talenta murid dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Maria juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah peserta dari Jawa Timur pada berbagai kompetisi nasional tahun ini.

Seleksi OSN di Jawa Timur tercatat meningkat 20 persen, sementara pendaftar FLS3N dan debat naik hingga 36 persen.

Peningkatan itu menunjukkan kompetisi semakin ketat dan antusiasme siswa terus tumbuh.

“Selamat berkompetisi dan jangan takut berusaha. Saya yakin kalian mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, Gubernur Khofifah juga meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, menyerahkan bantuan biaya pendidikan, serta meresmikan program bedah rumah bagi tenaga pendidik.

Langkah tersebut menegaskan bahwa Ajang Talenta Jatim 2026 bukan hanya panggung prestasi siswa, tetapi juga bagian dari kebijakan pendidikan yang berdampak luas bagi masa depan generasi Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru