Gubernur Jawa Timur Khofifah Pimpin Respons Cepat Dampak APG Semeru di Lumajang

Kamis, 20 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pos pengungsian dan menggendong bayi warga terdampak APG Semeru di SDN 4 Supiturang, Lumajang. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pos pengungsian dan menggendong bayi warga terdampak APG Semeru di SDN 4 Supiturang, Lumajang. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat begitu tiba di Surabaya seusai perjalanan Misi Dagang di Sulawesi Tenggara. Tanpa menunda waktu, ia langsung menuju Kabupaten Lumajang untuk memimpin penanganan dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, Kamis (20/11). Prioritas utamanya adalah memastikan keselamatan warga serta pemulihan layanan dasar di kawasan terdampak.

Setibanya di Lumajang, Khofifah meninjau sejumlah titik yang masuk dalam zona terdampak, mulai dari pos pengungsian di SDN 4 Supiturang, dapur umum di Desa Sumberurip, hingga Desa Sumbersari dan Jembatan Gladak Perak. Di setiap lokasi ia meminta agar seluruh unsur penanganan bencana bekerja terintegrasi, cepat, dan berbasis kebutuhan warga.

Menurut Gubernur, laporan aktivitas vulkanik menunjukkan getaran banjir sudah tidak terekam. Meski erupsi telah berhenti, status Level IV atau Awas tetap diberlakukan. Pemerintah provinsi memastikan seluruh warga berada dalam posisi aman dan meminimalkan risiko lanjutan.

“Erupsinya memang sudah berakhir, tetapi statusnya masih Awas. Karena itu kesiapsiagaan tetap wajib. Kita harus memastikan semua warga berada pada titik aman,” ujar Khofifah.

Saat puncak aktivitas APG terjadi, dua kecamatan menjadi pusat pengungsian. Warga Kecamatan Pronojiwo mengungsi ke Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 4 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah, serta Masjid Nurul Jadid. Sementara di Kecamatan Candipuro, warga berkumpul di Balai Desa Penanggal, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta rumah Kepala Desa Sumbermujur.

Data BPBD Jatim per Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB mencatat total 346 warga mengungsi. Di lokasi yang ditinjau Gubernur, yakni SDN 4 Supiturang, sebanyak 64 jiwa masih bertahan karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditinggali.

Khofifah menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi fokus pemerintah. Tim Puskesmas telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan berkala. Banyak penyintas membutuhkan pendampingan kesehatan, mulai dari peningkatan tensi akibat stres hingga potensi ISPA akibat paparan debu vulkanik.

“Yang perlu kami pastikan adalah penguatan layanan kesehatan di titik kumpul pengungsi. Ada kondisi psikologis tertentu, ada yang tensinya naik, ada risiko ISPA. Ini semua butuh pemantauan ketat,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Gubernur menilai pengaturan ruang di pos penampungan relatif baik, dengan pembagian area untuk anak, lansia, dan keluarga. Namun ia meminta penyesuaian ruang dilakukan agar mobilitas warga lebih longgar ketika jumlah pengungsi bertambah.

“Pembagiannya sebenarnya sudah bagus, tapi karena situasinya on-off, terlihat padat. Penataan ruang perlu terus menyesuaikan kondisi,” katanya.

Khofifah juga menyempatkan berbincang dan mendengar langsung kebutuhan warga. Ia membagikan mainan untuk anak-anak serta mencoba memasak makanan siap saji yang kemudian dibagikan kepada pengungsi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengirim berbagai bantuan logistik, antara lain 480 kaleng makanan siap saji, 240 kaleng nasi kare ayam, 240 nasi goreng ayam, 240 nasi opor, 480 kaleng lauk pauk, hingga paket family kit dan ratusan lembar selimut serta terpal.

Selain itu, Dinas Sosial melalui Tagana Lumajang mengoperasikan dapur umum di Balai Desa Sumberurip. Sebanyak 200 paket makanan sudah disiapkan untuk kebutuhan pagi hari.

“Dapur umum sudah menyiapkan makanan bagi setiap keluarga. Pemerintah hadir memberikan penguatan, baik kesehatan maupun kebutuhan harian mereka,” ujar Khofifah.

Gubernur juga meninjau rumah warga di Gumuk Emas, Supiturang, di mana alat berat dikerahkan untuk melakukan penggalian dan evakuasi material yang menimbun permukiman.

APG Semeru tercatat berlangsung sejak pukul 14.13 hingga 18.11 WIB dengan amplitudo maksimum 45 mm, durasi 14.283 detik, dan luncuran lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara–selatan. Bupati Lumajang Indah Amperawati telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025.

Hingga Rabu malam pukul 19.56 WIB, getaran banjir tidak lagi terekam. Meski begitu, status Awas masih diberlakukan untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan dan menjaga keselamatan warga.

“Kami meminta seluruh warga tetap mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki zona bahaya,” tegas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru