Gubernur Khofifah Diganjar Penghargaan BSSN, Bukti Jatim Tangguh Siber

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Komitmen Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam memperkuat ketahanan dan keamanan siber di seluruh kabupaten/kota di wilayahnya mendapat apresiasi tinggi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai provinsi kedelapan di Indonesia yang berhasil menuntaskan pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sektor pemerintahan di seluruh daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, kepada Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah dalam acara Pengukuhan TTIS Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Tahap II Tahun 2025 di Auditorium Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Depok, Senin (27/10).

Khofifah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota yang telah menuntaskan pembentukan TTIS. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah mampu memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman siber di lingkungan pemerintahan.

“Alhamdulillah, apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan sinergi seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan dan keamanan siber daerah. Keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kesiapsiagaan, kolaborasi, dan tata kelola yang tangguh,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (27/10).

Ia menegaskan, keberadaan TTIS di setiap daerah merupakan langkah strategis untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi terhadap potensi ancaman serta insiden siber yang dapat mengganggu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Transformasi digital dalam birokrasi harus diiringi dengan peningkatan ketahanan siber. Karena itu, penguatan ekosistem keamanan digital harus dimulai dari level daerah agar sistem pemerintahan berjalan aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur menjadikan keamanan siber sebagai bagian integral dari agenda digital governance dan reformasi birokrasi berbasis teknologi. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai ‘JATIM BISA’ — Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

“Jawa Timur terus berupaya menjadi provinsi yang berdaya dengan memperkuat kapasitas dan kemandirian dalam mengelola keamanan siber serta meningkatkan kompetensi SDM di bidang teknologi informasi,” ujarnya.

Selain memperkuat kapasitas teknis, Pemprov Jatim juga membangun ekosistem inklusif dengan melibatkan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat digital dalam menciptakan ruang siber yang sehat dan produktif.

“Semangat sinergis menjadi fondasi kolaborasi antara Pemprov Jatim, BSSN, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem keamanan siber yang terintegrasi dan responsif terhadap setiap ancaman,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, karakter adaptif menjadi kekuatan Jawa Timur dalam menghadapi perkembangan digital yang cepat, termasuk dalam memperkuat regulasi, infrastruktur, dan perlindungan data publik.

“Semangat JATIM BISA inilah yang menjadi dasar penguatan tata kelola keamanan siber di daerah. Setiap langkah transformasi digital di Jawa Timur harus berlandaskan prinsip berdaya, inklusif, sinergis, dan adaptif agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ungkapnya.

Dalam pengukuhan TTIS tahap II ini, empat daerah mewakili Jawa Timur: Kota Surabaya dan Kabupaten Bojonegoro hadir langsung di lokasi, sementara Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang mengikuti secara daring.

Selain Jawa Timur, beberapa provinsi lain juga menerima apresiasi BSSN, di antaranya Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Bali, dan Kalimantan Timur.

Di akhir pernyataannya, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada BSSN atas pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan dalam memperkuat sistem keamanan siber daerah.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BSSN terus diperkuat. Jawa Timur akan terus berupaya menjaga ruang digital yang aman, adaptif, dan berdaulat demi pelayanan publik yang semakin efektif dan terpercaya,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru