SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di depan Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Senin (16/3). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.
Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai komoditas bahan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang warga yang ingin mendapatkan sembako murah menjelang momentum Lebaran.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Idul Fitri.
“Menjelang Idul Fitri biasanya permintaan bahan pokok meningkat. Karena itu kami terus menggelar Pasar Murah agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, hingga pertengahan Ramadan tahun ini Pemprov Jatim telah menyelenggarakan pasar murah sebanyak 56 kali di berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per pack, daging ayam ras Rp30.000 per pack, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
Khofifah berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga warga dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang.
“Harapannya stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat memperoleh sembako murah, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang ikut menjajakan produknya di lokasi pasar murah.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu David, mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berpartisipasi sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Alhamdulillah kami para pelaku UMKM juga dilibatkan dalam kegiatan Pasar Murah ini. Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, kami juga bisa ikut menjual produk dan menambah penghasilan,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari warga setempat. Marni, salah satu warga Jemur Wonosari, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pasar murah tersebut, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur. Pasar Murah ini sangat membantu kami, apalagi menjelang Lebaran kebutuhan banyak dan harga di pasar biasanya naik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk bersilaturahmi dalam agenda open house Hari Raya Idul Fitri yang akan digelar di Gedung Negara Grahadi pada 1 Syawal 1447 Hijriah.
“Insya Allah tanggal 1 Syawal untuk Forkopimda dan Pemkab/Pemkot mulai pukul 10.00 sampai pukul 12.00 WIB. Dilanjutkan masyarakat umum mulai pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB di Grahadi,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar