SURABAYA , RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan perombakan besar di lingkungan birokrasi. Sebanyak 580 pejabat Administrator dan Pengawas resmi dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (21/11/2025). Prosesi pelantikan digelar dalam tiga sesi untuk menyesuaikan jumlah pejabat yang ditetapkan melalui SK Gubernur Jatim Nomor 800.1.3.3/13954/204/2025.
Khofifah meminta para pejabat yang baru dikukuhkan segera mempercepat kinerja di unit kerja masing-masing. Ia menekankan bahwa tahun 2025 terdapat 2.836 ASN Pemprov Jatim yang memasuki masa purna tugas, sehingga kehadiran pejabat baru harus mampu mengisi posisi strategis secara cepat dan efektif. “Kami butuh percepatan agar pelayanan publik tetap optimal,” ujarnya.
Dalam arahannya, Khofifah kembali menggarisbawahi filosofi kerja JATIM BISA yang berorientasi pada daya saing, inklusivitas, dan profesionalisme. Menurutnya, provinsi-provinsi lain telah bergerak gesit sehingga Jawa Timur tidak boleh kehilangan ritme.
“Kita tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari pembentuk arah kemajuan bangsa,” katanya.
Khofifah juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap isu global, termasuk pengurangan emisi karbon. Ia menyinggung peluang pengembangan perdagangan karbon yang ia pelajari saat menghadiri RISING FELLOWSHIP di Singapura. Sistem carbon trading dinilai dapat menjadi instrumen baru bagi Jawa Timur menuju target net zero emission. “Ini peluang yang harus kita tangkap untuk masa depan energi bersih,” tuturnya.
Di tengah kondisi fiskal Pemprov Jatim yang berkurang sekitar Rp7 triliun, Khofifah meminta pejabat tetap produktif dan menjaga kualitas program prioritas. Ia menyebut fasilitasi bagi masyarakat, seperti misi dagang yang mempertemukan pelaku usaha dan pasar, harus terus berlanjut. “Tidak semua bisa dibantu modal, tetapi kita bisa membuka akses dan peluang,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









