SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar program Mudik Gratis Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan fasilitas transportasi bagi 7.000 warga guna mendukung perjalanan mudik yang aman, nyaman, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas saat arus Lebaran.
Program tahunan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Jatim dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang selama ini mendominasi perjalanan mudik jarak jauh.
Khofifah menjelaskan, total kuota mudik gratis tahun ini terbagi dalam dua moda transportasi utama, yakni jalur darat dan laut. Sebanyak 4.000 pemudik akan diberangkatkan menggunakan armada bus menuju berbagai daerah di Jawa Timur, sementara 3.000 lainnya difasilitasi melalui transportasi kapal laut dengan sistem pemberangkatan bertahap.
“Tradisi mudik adalah momentum penting untuk mempererat silaturahmi keluarga. Melalui program Mudik Gratis ini, kami ingin memastikan masyarakat bisa pulang kampung dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa biaya transportasi,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Pelaksanaan program mudik gratis ini dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan organisasi angkutan darat (Organda) serta operator transportasi laut.
Untuk jalur darat, Pemprov Jatim menyiapkan 17 jurusan keberangkatan dari Surabaya, meliputi tujuan Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Tuban, Bojonegoro hingga Sumenep. Keberangkatan bus dijadwalkan pada 19 Maret 2026.
Pendaftaran mudik gratis bus dibuka secara daring pada 2–4 Maret 2026 melalui laman resmi Dishub Jatim selama kuota tersedia. Selain itu, pendaftaran langsung juga dibuka mulai 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Sementara untuk jalur laut, Pemprov Jatim menyediakan dua rute utama dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep. Rute Jangkar–Raas dijadwalkan berangkat pada 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026, sedangkan rute Jangkar–Sapudi berlangsung pada 11 dan 16 Maret 2026.
Tak hanya arus mudik, pemerintah juga menyiapkan layanan arus balik laut. Kapal dari Raas menuju Jangkar dijadwalkan pada 29 Maret serta 2, 4, dan 6 April 2026. Adapun rute Sapudi–Jangkar tersedia pada 27 dan 31 Maret 2026.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan pemudik roda dua, Pemprov Jatim turut menyediakan layanan pengangkutan motor gratis sebanyak 200 unit. Pengiriman motor dijadwalkan pada 18 Maret 2026 dengan tujuan Banyuwangi, Jember, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, dan Ponorogo.
Menurut Khofifah, fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi selama musim mudik Lebaran.
“Kami ingin masyarakat tetap selamat sampai tujuan tanpa harus berkendara jauh menggunakan motor. Keselamatan pemudik menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemprov Jawa Timur mengimbau masyarakat segera melakukan pendaftaran karena kuota terbatas dan selalu habis dalam waktu singkat setiap tahun. Informasi dan registrasi dapat diakses melalui laman resmi mudik gratis Dishub Jatim sesuai moda transportasi yang dipilih.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan program ini sebaik mungkin agar perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” pungkas Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar