Senator Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Bangga Raih Gelar Doktor di Dalam Negeri, Tegaskan Pendidikan Tak Harus Mahal

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama, Rabu (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama, Rabu (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan kebanggaannya menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi di Indonesia hingga meraih gelar doktoral. Ia menilai keberhasilan akademik tidak ditentukan oleh gengsi kampus luar negeri, melainkan proses pembelajaran dan manfaat ilmu bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Lia saat ditemui di Surabaya, Rabu (25/2/2026), di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap biaya pendidikan tinggi dan pilihan studi luar negeri bagi generasi muda.

Lia mengungkapkan, pendidikan strata satu ia jalani di tiga perguruan tinggi dalam negeri, yakni IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga, serta STID Taruna Surabaya. Pada masa itu, biaya kuliah yang ia keluarkan relatif terjangkau, bahkan tidak mencapai Rp1,5 juta per semester.

“Kalau dihitung, biaya kuliah waktu itu sekitar Rp450 ribu di IAIN, Rp750 ribu di Unair, dan sekitar Rp200 ribu di Taruna. Intinya tidak sampai satu setengah juta per semester,” ujarnya.

Ia juga menceritakan pengalaman bekerja saat menyelesaikan skripsi guna membiayai kebutuhan akademik secara mandiri. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kemandirian dan tanggung jawab pribadi.

Pada jenjang magister, Lia memperoleh beasiswa studi dalam negeri sehingga tidak mengeluarkan biaya pribadi. Sementara saat menempuh program doktoral, ia mendapatkan bantuan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) selama satu tahun, meski tetap menggunakan dana pribadi hingga belasan juta rupiah. Secara keseluruhan, biaya pribadi yang dikeluarkan hingga meraih gelar doktor diperkirakan sekitar Rp30 juta.

Menurut Lia, pengalaman akademiknya menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dalam negeri memiliki kualitas kompetitif dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

“Pendidikan itu tidak harus mahal dan tidak perlu gengsi. Yang penting kesungguhan belajar dan keberkahan ilmunya. Banyak tokoh nasional lahir dari kampus dalam negeri,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda semakin percaya diri memilih pendidikan di Indonesia serta fokus pada kontribusi nyata setelah menyelesaikan studi. “Keberhasilan bukan soal di mana kita belajar, tetapi bagaimana ilmu itu memberi manfaat bagi bangsa,” pungkas Lia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru