Gubernur Khofifah Tinjau Hari Pertama Sekolah Rakyat di Probolinggo

Senin, 14 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA di Kota Probolinggo, Senin (14/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA di Kota Probolinggo, Senin (14/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA di Kota Probolinggo, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di Rusun Sederhana yang telah disulap menjadi lokasi belajar-mengajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

“Ini bukan sekadar hari pertama masuk sekolah, tapi hari pertama membangun harapan baru bagi masa depan anak-anak bangsa,” ujar Khofifah saat menyapa siswa dan guru di lokasi.

Dalam kunjungannya, Khofifah menyempatkan berdialog dengan para siswa dan wali murid. Ia juga memeriksa fasilitas kelas, dapur umum, ruang kesehatan, serta tempat tinggal siswa yang disiapkan karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama.

“Konsep boarding school ini dirancang agar anak-anak bisa belajar dengan tenang dan fokus tanpa khawatir soal kebutuhan dasar,” tambahnya.

Menurut Khofifah, total terdapat 12 Sekolah Rakyat yang resmi memulai kegiatan belajar pada tahun ajaran ini di Jawa Timur. Jumlah siswa yang terdaftar mencapai 1.183 orang dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Dari jumlah itu, tiga siswa berhalangan karena sakit. Jadi hari ini pembelajaran resmi dimulai dengan 1.180 siswa,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa di hari pertama, para siswa mengikuti sejumlah kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, pengenalan lingkungan sekolah, serta orientasi nilai-nilai dasar pendidikan dan kebangsaan.

“Ini penting agar anak-anak tidak hanya siap belajar secara akademik, tapi juga memahami nilai-nilai moral, nasionalisme, dan kedisiplinan sejak awal,” jelasnya.

Para orang tua juga turut dilibatkan. Mereka diajak meninjau fasilitas sekolah dan berdialog langsung dengan tenaga pengajar serta pendamping.

“Kami ingin orang tua turut merasa memiliki. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi kolaborasi antara keluarga dan negara,” ungkap Khofifah.

Gubernur menyebut, seluruh siswa mendapat pendampingan dari PKH, pekerja sosial, dan Jatim Social Care selama proses adaptasi.

“Pendampingan sosial ini penting untuk menjaga mental dan semangat anak-anak agar tetap stabil selama proses pendidikan berasrama,” ucapnya.

Khofifah juga mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Sosial RI. Menurutnya, dukungan ini memperkuat keberadaan Sekolah Rakyat di lapangan.

“Perangkat pendukung seperti Buku Pintar SR, buku siswa, modul, dan panduan MPLS sudah disiapkan dengan baik oleh pusat,” kata Khofifah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban konkret terhadap tantangan tersebut.

“Kalau kita ingin memutus kemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan, maka solusinya hanya satu: pendidikan yang kuat dan merata,” tegas Khofifah.

Selama masa belajar di Sekolah Rakyat, seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh oleh pemerintah. Mulai dari makan tiga kali sehari, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan pribadi lainnya disediakan secara gratis.

“Kami ingin memastikan tak ada anak yang putus sekolah hanya karena tak mampu membeli sabun atau sepatu. Semua dipenuhi agar mereka bisa fokus belajar,” tegasnya.

Dalam tahap awal ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak secara nasional. Dari 63 sekolah yang direncanakan pemerintah pusat, 12 di antaranya berada di Jatim.

“Ini menunjukkan komitmen Jawa Timur untuk berada di garda terdepan dalam menyukseskan program pendidikan inklusif nasional,” ujar Khofifah.

Tiga dari dua belas Sekolah Rakyat tersebut berdiri di lahan milik Pemprov Jatim, seperti UPT PPSPA Batu, Balai Diklat BPSDM di Kota Malang, dan SMKN Maritim Lamongan. Sementara sembilan lokasi lainnya tersebar di Mojokerto, Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Kediri, Pacitan, dan Probolinggo.

“Di Kota Probolinggo, kita mulai dengan dua rombel jenjang SMP dan dua jenjang SMA, total 100 siswa. Ini menjadi simbol kuat bahwa pendidikan hadir di semua penjuru,” katanya.

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa 12 sekolah tersebut ditopang oleh 12 kepala sekolah, 175 guru, dan 137 tenaga kependidikan yang telah disiapkan secara matang.

“Kesiapan tenaga pendidik menjadi kunci keberhasilan, karena bukan hanya bangunan fisik yang penting, tapi jiwa pendidikan yang hidup di dalamnya,” jelasnya.

Tahap berikutnya, Sekolah Rakyat Tahap 1B akan dimulai pada akhir Juli 2025 dengan penambahan tujuh lokasi baru di Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan, dan Kota Pasuruan. Sekitar 600 siswa baru akan bergabung.

“Dan itu belum selesai, karena Tahap 1C akan kita mulai pada bulan September. Jadi sepanjang tahun ajaran ini, total akan ada 19 Sekolah Rakyat di Jawa Timur, bahkan bisa lebih,” ungkap Khofifah.

Program ini, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan daerah terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah Rakyat merupakan implementasi Asta Cita nomor empat.

“Presiden kita sangat memahami bahwa kemiskinan tak boleh diwariskan. Dan pendidikan adalah cara paling terhormat untuk menghentikannya,” tegas Khofifah.

Ia pun menutup kunjungan dengan pesan harapan kepada para siswa yang hadir.

“Kalian adalah anak-anak pilihan. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Belajarlah sungguh-sungguh, karena masa depan bangsa ada di pundak kalian,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Berita Terbaru