SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H dengan menggelar silaturahim bersama 250 pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Jemursari, Surabaya, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap pekerja sektor informal yang selama ini menopang mobilitas masyarakat.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum Lebaran untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat akar rumput, khususnya para driver ojol.
Sejak pukul 18.00 WIB, para pengemudi ojol dari berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya mulai berdatangan ke lokasi. Mereka disambut dengan beragam hidangan kuliner yang disediakan oleh pelaku UMKM dan pedagang kaki lima setempat.
Suasana keakraban semakin terasa ketika Gubernur Khofifah hadir dan menyapa para pengemudi satu per satu. Dengan pendekatan humanis, ia berbaur tanpa sekat, menciptakan interaksi langsung yang jarang terjadi antara pejabat dan pekerja informal.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pengemudi ojol dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Terima kasih semua sudah hadir. Alhamdulillah malam ini kita bisa bersilaturahim dalam suasana penuh persaudaraan. Panjenengan semua adalah pejuang keluarga yang memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Khofifah.
Ia juga menegaskan bahwa momen Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling menguatkan, terutama bagi pekerja sektor informal yang tetap aktif di tengah suasana hari raya.
“Mudah-mudahan Allah mudahkan semua urusan kita, anak-anak kita menjadi generasi sholeh sholehah, dan hidup kita penuh keberkahan,” tambahnya.
Perwakilan pengemudi ojol Surabaya–Sidoarjo, Yuliawati, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berkesan bagi dirinya dan rekan-rekan.
“Kebaikan Ibu Khofifah sangat kami rasakan. Dari awal sampai di sini kami disambut hangat. Bahkan kami bisa membawa keluarga, jadi ini benar-benar momen Lebaran yang berkesan,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang makanan dan minuman mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Salah satu pedagang minuman, Hadi, menyebut kehadiran ratusan ojol membawa berkah tersendiri bagi usahanya. Hal serupa disampaikan pedagang makanan ringan, Sumarsih, yang mengaku pendapatannya meningkat signifikan.
Selain itu, kegiatan ini juga mempertegas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kelompok pekerja informal, termasuk ojol perempuan yang banyak menjadi tulang punggung keluarga.
Sebagai penutup rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H, Gubernur Khofifah menyerahkan *sangu* serta paket sembako kepada para pengemudi ojol dan masyarakat yang hadir. Langkah ini menjadi simbol nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami, kebersamaan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi semua,” pungkas Yuliawati.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar