PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Helat Pelalawan dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan resmi dibuka di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Kamis (8/10/2026) malam. Di tengah kemeriahan yang menarik ribuan pengunjung, kabut asap tipis terlihat di sekitar panggung, sementara para pedagang berharap perhelatan ini dapat membantu meningkatkan penjualan di tengah sepinya pembeli.
Pembukaan kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengusung tagline “Mo La, Awak Bangun Pelalawan”. Warga memadati arena untuk menyaksikan rangkaian acara dan menikmati hiburan yang disiapkan panitia.
Namun, suasana perayaan tersebut juga diwarnai persoalan lingkungan. Berdasarkan pengamatan di lokasi sebagaimana tercantum dalam bahan berita, kabut asap tampak menggantung di sekitar panggung. Cahaya lampu terlihat sedikit bias, sedangkan sebagian besar pengunjung, termasuk orang tua dan anak-anak, tampak tidak mengenakan masker.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terkait paparan asap, meskipun bahan yang tersedia tidak mencantumkan hasil pengukuran kualitas udara di lokasi kegiatan.
Persoalan kabut asap juga dilaporkan terjadi di wilayah lain Kabupaten Pelalawan. Pada 7 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melaporkan kabut asap tebal di Kecamatan Teluk Meranti yang berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sekolah di kecamatan tersebut meliburkan sementara pembelajaran tatap muka demi menjaga kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik
Di sisi lain, Helat Pelalawan menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mencari tambahan pendapatan. Sejumlah pedagang berharap tingginya kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung dapat mendorong transaksi dan membantu mengatasi penurunan penjualan harian.
“Sehari-hari sepi, Bang. Makanya kami berharap di Helat ini ada pembeli. Ekonomi sekarang memang berat,” keluh seorang pedagang makanan di lokasi kegiatan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa bagi sebagian pelaku usaha, perayaan hari jadi daerah bukan semata-mata hiburan, tetapi juga peluang untuk memperoleh penghasilan di tengah situasi usaha yang mereka rasakan belum membaik.
Rangkaian pembukaan diawali dengan tari persembahan dari Sanggar Bina Tasik, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, dan laporan panitia. Acara turut dihadiri Bupati Pelalawan H. Zukri Misran bersama istri, Wakil Bupati H. Husni Tamrin bersama istri, Ketua DPRD H. Syafrizal, Kapolres AKBP Ahmad Nur Ari, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Rahim Cahyadi, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, serta unsur pemerintahan dan masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati H. Zukri Misran mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Dengan mengucap Bismillah, Helat Pelalawan ke-27 resmi kami buka. Mo La, awak bangun Pelalawan bersama-sama. Ini rumah kita, mari kita jaga dan bangun dengan kebersamaan untuk Pelalawan yang lebih maju,” ujar Zukri.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang dan pemotongan tumpeng, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan UMKM serta penampilan band lokal.
Helat Pelalawan dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Oktober 2026. Selama penyelenggaraan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan.
Kemeriahan hari jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan pun menghadirkan dua perhatian sekaligus: menjaga kenyamanan masyarakat di tengah kabut asap dan memastikan kegiatan daerah memberi manfaat ekonomi bagi warga. Harapan para pedagang menjadi salah satu tolok ukur yang patut diperhatikan, di samping suksesnya penyelenggaraan acara.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar