Hot News : Komnas Perlindungan Anak, Waspada Hepatitis Akut Mengancam Anak Indonesia

- Redaksi

Kamis, 5 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Komnas Anak : Setelah membaca dan mempelajari laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa WHO pada 5 April 2022 menerima laporan dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologynya (Acute Hepatitis of unknow Aetology) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun yang patut di waspadai.

Menurut laporan itu sejak secara resmi dipublikasikan pada periode Januari hingga Maret 2022 Hepstitis Akut terhadap anak sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Oleh WHO pada tanggal 15 April 2022 jumlah laporan terus bertambah. Data itu dilaporkan pada 21 April 2022 tercatat 169 kasus yang terjadi di 12 negara yaitu Inggris (114) kasus, Spanyol 22 kasus, Israel 12 kasus, Denmark (6), USA 9 kasus, India (5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Perancis (2), Romania (1), dan Belgia (1).

Kisaran kasus terjadi pada anak-anak usia 1 bulan sampai 16 tahun diantaranya 10% memerlukan transplantasi hayi dan 1 kasus dilaporkan meninggal dunia.Gejala klinis pada kasus yang terindentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati. Yang sungguh menakutkan sebagian kasus tidak ditemukan adanya gejala seperti demam.

Masih menurut WHO penyebab dari penyakit tetsebut masih belum diketahui pemeriksaan labotatorium telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B,C,D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Menurut lsporan WHO Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus yang setelah dilakukan tes molekuler, terindentifikasi sebagai F type 41. SARS Cov 2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS Covid 2 dan Adenovirus.

Sehubungan kasus Hepatitis akut sedang menyerang anak-anak di berbagai belahan dunia, Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi Perlindungan Anak di Indonesia MENGINGATKAN dan mengajak masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan menyerang anak kita di Indonesia serta mendorong pemerintah segera melakukan pemantauan perkembangan kasus sindrom hepatitis akut akut ditingkat terhadap anak di daerah nasional dan global terkait Hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya ini melalui kanal-kanal resmi serta memantau penemuan kasus sesuai dengan definisi operasional hepatitis akut yang tidak diketahui eitologinya

Arist Merdeka Sirait lebih menegaskan, bahwa demi kepentingan perlindungan hak anak atas kesehatan dari ancaman Hepatitis Akut terhadap anak 1 bulan hingga 16 tahun di Indonesia, Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi Perlindungan Anak independen di Indonesia meminta Menteri Kesehatan untuk segera meminta Dinas Kesehatan di semua tingkatan, baik Dinas Kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten dan kota untuk segera memantau dan melaporkan kasus sindrom Hepatitiis Akut terhadap anak di Indionesia.

Sistim kewaspadaan dini dan respon, perlu disampaikan ciri-cirinya kepada masyarakat dengan gejala seperti yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikteria atau kuning dan urine⁷ berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Disamping itu, Komnas Perlindungan Anak mendesak pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan di masing-masing Propinsi, Kabupaten dan kota untuk mendampingi anggota masyarakat agar mendapat informasi ysng tepat mengenai gejala Hepatitis Akut terhadap anak, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam menyikapi Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang kewaspadaan mengenai serangan Hepatitis Akut terhadap anak yang tengah menggejala dan menakutkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Oleh karenanya demi kepentingan dan perlindungan anak atas kesehatan dari serangan Sindrom Hepatitis Akut terhadap anak yang sudah melanda di berbagai negara, Komnas Perlindungan Anak mengajak.masyarakat Waspada terhadap Serangan Sindrom Hepatitis Akut terhadap anak, dan jangan lenga”, negara eajib hadir untuk menjamin petlindungan anak atas kesehatan, ” tambah Arist.

Lainnya:

Berita Terkait

Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim
Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen
Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu
Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan
Polemik Guru Dipecat Makin Panas, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Warning Marwah Guru Jangan Dihancurkan Birokrasi
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Tertinggi Se-Jawa, Khofifah Ungkap Mesin Penggerak di Tengah Krisis Global
Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat
Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:20 WIB

Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:13 WIB

Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:48 WIB

Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:33 WIB

Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:33 WIB

Polemik Guru Dipecat Makin Panas, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Warning Marwah Guru Jangan Dihancurkan Birokrasi

Berita Terbaru