SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapas Kelas I Semarang berlangsung semarak. Warga binaan mengikuti final futsal dan bulutangkis yang digelar Selasa (11/8) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan sekaligus mempererat kebersamaan.
Final futsal mempertemukan Blok Drupada melawan Blok Gatotkaca di Lapangan Futsal Lapas Semarang. Kedua tim tampil agresif selama 30 menit hingga skor 2-2 bertahan sampai waktu normal berakhir.
Pemenang kemudian ditentukan melalui adu penalti. Dua penendang dari Blok Gatotkaca gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil ditepis kiper Blok Drupada.
Hasil tersebut mengantarkan Blok Drupada sebagai juara futsal, sedangkan Blok Gatotkaca harus puas sebagai runner-up. Pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif dengan semangat para warga binaan yang mengikuti jalannya laga.
Final bulutangkis juga berlangsung pada hari yang sama dengan mempertemukan Blok Indra dan Blok Janaka. Setelah melalui pertandingan kompetitif, Blok Indra berhasil meraih kemenangan dan menjadi juara, sedangkan Blok Janaka menempati posisi runner-up.
Kepala Lapas Kelas I Semarang Ahmad Tohari mengapresiasi antusiasme warga binaan yang mengikuti rangkaian perlombaan olahraga untuk menyambut HUT ke-81 RI. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat dalam proses pembinaan.
“Kami mengapresiasi semangat seluruh warga binaan yang mengikuti pertandingan dengan antusias. Kompetisi ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana mereka belajar menjunjung sportivitas, menghargai lawan, disiplin, dan membangun kebersamaan,” ujar Ahmad Tohari.
Menurut Ahmad, kegiatan olahraga juga menjadi sarana positif untuk menyalurkan energi warga binaan sekaligus menjaga kesehatan. Seluruh pertandingan berlangsung aman dan tertib di lingkungan Lapas Semarang.
Ia berharap nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan yang tumbuh selama pertandingan dapat terus diterapkan warga binaan dalam aktivitas sehari-hari selama menjalani proses pembinaan.
“Kami berharap semangat sportivitas, kebersamaan, dan disiplin yang tumbuh melalui kegiatan ini tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Nilai-nilai tersebut kami harapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar