ITB dan Pemkab Banyuwangi Perluas Kolaborasi Riset dan Inovasi

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dekan SPITM ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam pertemuan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, Jumat (21/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dekan SPITM ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam pertemuan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, Jumat (21/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas kerja sama untuk mengembangkan potensi daerah melalui riset dan inovasi. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pembahasan kerja sama berlangsung saat Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama jajaran dekanat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat (21/8/2026) sore.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi yang selama ini telah berjalan antara ITB dan Pemkab Banyuwangi. Salah satu bentuk kerja sama sebelumnya adalah dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen.

“Sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satunya dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” ujar Prof. Wahyu.

Menurut Wahyu, Banyuwangi memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Potensi tersebut mencakup kekayaan bentang alam hingga keragaman kultur masyarakat.

Kondisi itu dinilai membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. ITB memiliki teknologi, inovasi, serta sumber daya peneliti yang dapat dipadukan dengan potensi dan kebutuhan pembangunan di Banyuwangi.

“Banyuwangi dengan kekhasan geologi dan kulturnya, sedangkan kami di ITB memiliki teknologi, inovasi serta para peneliti. Ini bisa dikolaborasikan sehingga bisa saling menguatkan,” kata Prof. Wahyu.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kajian akademik. ITB juga melihat Banyuwangi sebagai ruang pembelajaran lapangan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan pendidikan serta riset.

“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami. Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” ujarnya.

Ke depan, ruang kerja sama akan mencakup sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan potensi daerah. Bidang pertanian dan pariwisata menjadi beberapa sektor yang disebut memiliki peluang untuk dikembangkan bersama, di samping sektor lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik rencana perluasan kolaborasi tersebut. Ia mengapresiasi dukungan ITB terhadap pengembangan Geopark Ijen dan berharap kemitraan dengan perguruan tinggi dapat menjangkau lebih banyak sektor strategis.

Bagi Ipuk, kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kampus juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan yang dihadapi daerah.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama. Kami berharap, kerjasama ini dapat menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru