Jalan Rusak Parah di Tanggamus, Akses Lumpuh dan Ekonomi Warga Terpukul

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak parah di Pekon Margo Mulyo, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi jalan rusak parah di Pekon Margo Mulyo, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

TANGGAMUS, RadarBangsa.co.id – Kerusakan parah akses jalan di Pekon Margo Mulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, kian mendesak ditangani. Jalan utama warga berubah menjadi kubangan lumpur, menghambat mobilitas dan menekan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat musim hujan.

Kondisi ini menjadi sorotan karena jalan tersebut merupakan jalur vital distribusi hasil bumi. Tanpa perbaikan, dampaknya tidak hanya pada kenyamanan, tetapi juga mengganggu rantai pasok dan pendapatan warga.

Pantauan di lokasi, badan jalan dipenuhi lubang, alur dalam bekas roda, serta genangan air keruh. Kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, bahkan dalam kondisi hujan deras, akses nyaris lumpuh total.

Situasi ini memicu lonjakan biaya transportasi karena kendaraan harus ekstra hati-hati atau menggunakan perlengkapan tambahan. Waktu tempuh pun meningkat, sehingga memperlambat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.

“Kami sangat berharap ada perbaikan segera. Kondisi ini sudah lama dan makin parah saat musim hujan,” ujar salah satu warga.

Kepala Pekon Margo Mulyo, Tugino, mengakui kondisi tersebut telah menjadi persoalan menahun. Ia menyebut akses jalan yang masih berupa tanah menjadi faktor utama kerusakan, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kalau hujan, jalan ini lumpuh total. Kendaraan bahkan harus pakai rantai agar bisa lewat,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya pengajuan perbaikan telah dilakukan sejak 2011. Proposal telah diajukan berulang kali hingga kini berada di tingkat pemerintah kabupaten, namun belum ada realisasi konkret.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan layanan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Padahal, akses jalan yang layak menjadi kunci peningkatan kesejahteraan, terutama bagi daerah berbasis pertanian.

Tugino menegaskan, warga tidak menuntut pembangunan jalan sempurna. Mereka hanya berharap adanya pengerasan agar jalan bisa dilalui dengan aman sepanjang tahun.

“Tidak harus mulus, yang penting bisa dilewati dengan aman dan tidak menghambat aktivitas warga,” tambahnya.

Hingga kini, belum ada kepastian jadwal perbaikan dari pemerintah daerah. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi kembali normal dan ekonomi lokal tidak terus tertekan.

Penulis : Roli

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru