Jawa Timur Optimis Capai Produksi Beras 12,7 Juta Ton, Gubernur Khofifah Pimpin Rakor Ketahanan Pangan

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(kiri) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (hms)

(kiri) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (hms)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (14/3). Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah optimistis bahwa Jawa Timur akan mampu mempertahankan posisinya sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi secara nasional pada tahun 2025. Ia menargetkan produksi gabah kering panen (GKP) mencapai 12,7 juta ton, sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kita optimis mencapai target produksi GKP sebanyak 12,7 juta ton, jika 488.379 hektar lahan kurang produktif ini dapat dioptimalisasi dan terairi dengan baik,” kata Khofifah.

Menurutnya, optimisme ini bukan tanpa alasan. Jawa Timur secara konsisten menjadi produsen padi terbesar di Indonesia selama lima tahun terakhir dengan capaian sebagai berikut:

– Tahun 2020: 9,94 juta ton GKP (setara 5,74 juta ton beras)
– Tahun 2021: 9,79 juta ton GKP (setara 5,65 juta ton beras)
– Tahun 2022: 9,53 juta ton GKP (setara 5,5 juta ton beras)
– Tahun 2023: 9,71 juta ton GKP (setara 5,61 juta ton beras)

Meski demikian, Khofifah menekankan bahwa perlu ada upaya maksimalisasi dalam pencapaian target, khususnya terkait penggunaan teknologi pertanian.

Salah satu strategi yang ditekankan Khofifah adalah penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang lebih modern. Hingga saat ini, proses panen oleh gabungan kelompok petani (Gapoktan) masih banyak dilakukan secara manual. Padahal, penggunaan combine harvester dan pengering (dryer) dapat mengurangi kehilangan hasil panen (loss) dan meningkatkan kualitas beras menjadi premium.

“Ketika padi tidak mendapatkan pengeringan yang optimal, maka akan meningkatkan tingkat broken (butiran pecah), yang seharusnya kualitas premium bisa turun menjadi medium,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan dryer saat proses pengeringan gabah dinilai mampu mengurangi potensi loss hingga 10 persen, sehingga meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Selain menjadi produsen padi terbesar di Indonesia, Jawa Timur juga merupakan daerah dengan produksi tertinggi untuk komoditas jagung, kedelai, serta berbagai hasil pertanian lainnya seperti bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Gubernur Khofifah memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok dalam kondisi aman.

“Proyeksi ketersediaan selama bulan Maret hingga April ini cukup aman. Beras, jagung, kedelai, cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah dalam kondisi surplus,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pencapaian ketahanan pangan juga membutuhkan infrastruktur yang memadai, seperti pembangunan sistem irigasi, bendungan, dan waduk yang optimal.

“Dukungan infrastruktur sangat dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan mewujudkan swasembada pangan. Seperti irigasi, bendungan, juga waduk. Semua kami harap ada dukungan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya optimalisasi infrastruktur irigasi guna memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur. Sejumlah proyek bendungan yang menjadi perhatian adalah Bendungan Bagong di Trenggalek dan Bendungan Karangnongko di Bojonegoro.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan bahwa total produksi beras dari Januari hingga April 2025 diperkirakan mencapai 13,95 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan total konsumsi beras di periode yang sama, yaitu 10,36 juta ton, sehingga terjadi surplus sebesar 3,59 juta ton.

Zulkifli juga menekankan pentingnya menjalankan clean and clear government sebagai salah satu faktor utama dalam keberhasilan ketahanan pangan. Ia juga meminta kepada seluruh bupati dan kepala daerah di Jawa Timur untuk mengawasi langsung harga kebutuhan pokok di daerah masing-masing, terutama selama panen raya, guna mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali.

Rakor ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim, serta perwakilan Bappeda kabupaten/kota.

Diharapkan dengan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan, target produksi padi 12,7 juta ton GKP pada tahun 2025 dapat tercapai. Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur tetapi juga mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan nasional.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit
Jawa Timur Optimis Capai Produksi Beras 12,7 Juta Ton, Gubernur Khofifah Pimpin Rakor Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:12 WIB

Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:03 WIB

Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan

Berita Terbaru