Jember Siaga Kekeringan 2026, Ancaman Kemarau Ekstrem Capai Puncak Agustus

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemarau Ekstrem, BPBD Jember, Krisis Air

Kemarau Ekstrem, BPBD Jember, Krisis Air

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan 2026 menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemarau ekstrem. Kebijakan ini penting untuk mengantisipasi krisis air bersih dan dampak lanjutan yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.

Penetapan status siaga dilakukan sebagai langkah dini menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi mulai terasa sejak akhir April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan seluruh elemen daerah telah disiapkan untuk merespons ancaman tersebut, mulai dari distribusi air bersih hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

“Mulai akhir April hingga puncaknya di bulan Agustus, diprediksi terjadi kekeringan panjang dan ekstrem. Karena itu, seluruh komponen di Jember sudah menyatakan siaga,” ujarnya usai Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, Minggu (26/4/2026).

Kebijakan ini berdampak langsung pada layanan publik, terutama akses air bersih bagi warga di wilayah rawan. Pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Selain itu, BPBD juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat kemarau ekstrem. Pengamanan kawasan hutan diperketat melalui koordinasi dengan berbagai pihak hingga tingkat desa.

“Kami fokus pada penguatan kesiapsiagaan sampai ke desa. Ini penting untuk mencegah kebakaran liar yang bisa merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga,” tegas Edy.

Masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan kawasan perbatasan hutan diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sebagai langkah konkret, BPBD telah menyiagakan posko di sejumlah titik rawan kekeringan. Posko ini berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan air bersih sekaligus pemantauan kondisi lapangan secara real time.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat kekeringan, termasuk potensi gagal panen, gangguan kesehatan, hingga krisis air di permukiman warga.

Edy menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Semua upaya sudah kami lakukan melalui koordinasi dan simulasi. Kami juga mengajak masyarakat ikut waspada agar dampak kekeringan bisa ditekan,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru