Jokowi Plin-Plan dengan Pernyataan ‘Taat Konstitusi’, Ini Kata Direktur P3S

- Redaksi

Selasa, 30 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie

Direktur eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kesekian kalinya menegaskan, taat konstitusi dan mengikuti kehendak rakyat dalam merespons usulan tiga periode. Pernyataan tersebut disampaikan di depan para relawannya pada acara Musyarah Rakyat (Musra), Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Minggu (28/8/2022).

Dikutip dari berbagai sumber “Saya ulangi, saya taat konstitusi dan kehendak rakyat,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Musra digelar relawan Pro Jokowi (Projo) dengan agenda menampung aspirasi tentang calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Untuk ini, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) DR Jerry Massie, mA, PhD mengatakan Jokowi plin-plan dan tidak konsisten dengan pernyataan “taat konstitusi.”

“Saya pikir, Jokowi pemimpin plin-plan dan no consistency atau tak konsisten dengan ucapannya beberapa waktu lalu,” ucapnya, Senin (29/8/2022).

Dan sebelumnya, pertengahan 2021 sempat mengecam dengan tegas wacana tiga periode. Menurutnya, usulan itu tidak ubahnya ingin menampar mukanya, ingin mencari muka dan mau menjerumuskannya.

Masih Jerry, dengan menilai Jokowi tidak tergoda dengan rayuan tiga periode lantaran bisa merusak demokrasi dan warisan pemerintahan. Sayangnya, pernyataan yang kerap berubah membuat Jokowi bak terpengaruh oleh relawannya.

“Di hati berkata lain, tapi mulutnya berkata lain. Jadi, dia harus tegas dan disiplin. Kalau dia setuju (tiga periode) dia melawan PDIP yang tegas menolak, seakan-akan dia lari dari komitmen partai,” ungkapnya.

Pengamat politik AS ini mengingatkan, rata-rata masa bakti kepemimpinan di negara demokrasi lainnya hanya dua periode seperti di Meksiko, India, dan Amerika Serikat (AS).

“Menurut saya, tak perlu mengungkit masa jabatan tiga periode. Ada rencana Jokowi jadi cawapres Prabowo? Jadi, tak usah lagi membicarakan soal tiga periode, nanti merusak pemerintahannya sendiri,” tegasnya.

Menurut Jerry, jika Jokowi maju dengan Prabowo bisa saja mencederai demokrasi dan menurunkan kredibilitas PDIP yang menolak jabatan 3 periode.

Jokowi tetap komitmen tak perlu banyak komentar 3 periode. Di satu sisi dia menolak di dua sisi dia mendukung.

“Jangan samakan kita dengan China dan Korea Utara! Mereka mau 4 atau 5 periode presiden atau perdana menteri bisa,” pungkasnya.

Lainnya:

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB