Kabupaten Malang Perkuat LPPD 2025, Sekda Budiar Tegaskan Validitas Data Penentu Kinerja Daerah

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. membuka kegiatan asistensi LPPD 2025 di Singosari, Jumat (27/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si. membuka kegiatan asistensi LPPD 2025 di Singosari, Jumat (27/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Malang mulai memperkuat kualitas evaluasi kinerja pemerintahan melalui kegiatan Asistensi, Reviu, dan Koordinasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 yang dibuka langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., di Cemara Ballroom, Kecamatan Singosari, Jumat (27/2).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang sebagai langkah strategis memastikan penyusunan LPPD berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai standar pemerintah pusat.

Dalam arahannya, Sekda Budiar menegaskan bahwa LPPD merupakan instrumen utama pemerintah pusat dalam menilai capaian kinerja daerah. Karena itu, sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor krusial agar laporan yang disusun tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif.

“LPPD harus menggambarkan kondisi riil penyelenggaraan pemerintahan. Data yang disampaikan wajib valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Budiar.

Ia menjelaskan, proses asistensi dan reviu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) Kabupaten Malang. Melalui tahapan ini, perangkat daerah diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat peningkatan kinerja pemerintahan.

Menurutnya, peningkatan nilai LPPD Tahun 2025 tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh OPD. Konsistensi data antar perangkat daerah menjadi penentu utama kualitas laporan yang dihasilkan.

Budiar juga mengingatkan agar pejabat teknis memahami substansi indikator kinerja yang dilaporkan, bukan hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen administrasi. Dengan pemahaman yang utuh, hasil reviu dapat ditindaklanjuti melalui langkah pembenahan yang konkret dan berkelanjutan.

Kegiatan koordinasi ini sekaligus bertujuan menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah terkait mekanisme penyusunan LPPD, mulai dari pengumpulan data, validasi indikator, hingga penyusunan laporan akhir.

Secara nasional, LPPD menjadi dasar evaluasi kinerja pemerintah daerah yang berdampak langsung pada penilaian tata kelola pemerintahan, efektivitas pelayanan publik, hingga posisi peringkat kinerja daerah di tingkat nasional. Karena itu, kualitas laporan dinilai berpengaruh terhadap kepercayaan publik maupun arah kebijakan pembangunan selanjutnya.

Melalui asistensi ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap sistem pengukuran kinerja semakin objektif serta mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menutup arahannya, Sekda Budiar mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan LPPD sebagai instrumen manajemen kinerja, bukan sekadar dokumen pelaporan tahunan.

“LPPD harus menjadi alat refleksi bersama agar kinerja pemerintahan terus meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru