MALANG, RadarBangsa.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Kamis (12/2) pagi, untuk memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan aman dan sesuai standar dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si.
Agenda ini menjadi bagian dari tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kementerian untuk turun langsung ke daerah, khususnya di Jawa Timur, guna mengecek kesiapan rantai pasok pangan dan kualitas layanan SPPG.
Rangkaian kunjungan meliputi SPPG Panggungrejo Kecamatan Kepanjen, SMK Taman Siswa Kepanjen, SMA Negeri 1 Kepanjen, SMK Negeri 1 Kepanjen, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungpedaringan, serta Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Putukrejo Kecamatan Gondanglegi.
Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa proyeksi penerima manfaat MBG hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 82,9 juta orang. Saat ini, penerima manfaat telah menyentuh angka 55,1 juta orang. Lonjakan tersebut menuntut kesiapan pasokan bahan baku secara masif dan berkelanjutan.
“Bayangkan jika penerimanya 82,9 juta orang. Artinya, kebutuhan telur bisa 82,9 juta butir per hari, ikan 82,9 juta potong, dan sayur dalam jumlah yang sama. Ini harus dipastikan tersedia dan mudah diperoleh,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan MBG tidak hanya bertumpu pada distribusi, tetapi juga pada penguatan produksi dalam negeri. Untuk sektor perikanan, pemerintah mendorong pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih. Sementara untuk komoditas beras, pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada. Pengembangan budidaya bioflok juga menjadi salah satu strategi memperkuat pasokan protein.
Selain meninjau fasilitas, Menko Pangan berdialog langsung dengan siswa di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum untuk mendengar tanggapan penerima manfaat. Ia menyatakan evaluasi langsung dari anak-anak sekolah penting guna memastikan kualitas dan penerimaan program di lapangan.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran koperasi desa dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku SPPG, sehingga rantai pasok berbasis desa dapat menggerakkan ekonomi lokal. “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar