KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Ketua Asosiasi Petinggi Lurah (APEL) Kota Batu, Wiweko, angkat bicara soal rencana pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dan disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri.
Menurut Wiweko, gagasan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa, sekaligus sarana membantu masyarakat yang secara ekonomi masih lemah.
“Maka sesuai instruksi dan gagasan Presiden Prabowo Subianto ingin membesarkan koperasi di tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia. Dengan memaksimalkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) muncul dan ada di sektor desa,” ujar Wiweko, Selasa (22/4/2025).
Ia menyebut KDMP berpotensi menjadi kekuatan baru dalam membangun dan memperkuat ekonomi perdesaan. Namun, pihaknya menilai perlu ada sosialisasi lanjutan agar para kepala desa dan lurah memahami secara utuh konsep dan regulasinya.
Pernyataan itu disampaikan Wiweko usai menghadiri kegiatan sosialisasi KDMP yang digelar Pemkot Batu melalui Diskumdag, Senin (21/4) kemarin, yang turut dihadiri 19 kepala desa dan lurah se-Kota Batu, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, camat, serta sejumlah OPD terkait.
“Kami dari APEL yang jadi objek langsung masih perlu ada sosialisasi lanjutan. Karena pendirian KDMP itu harus ada kekuatan hukum yang melekat. Seperti AD/ART-nya, perwalinya, siapa pendampingnya, dan tenaga kerjanya harus sesuai dengan bidangnya,” jelas Kades Oro-Oro Ombo itu.
Wiweko juga menyoroti pentingnya kejelasan soal asal dana, skema pembiayaan, dan regulasi yang menjadi dasar operasional KDMP agar tidak menimbulkan tumpang tindih atau kesalahpahaman di kemudian hari.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah memberikan acuan yang jelas terkait teknis pendirian koperasi tersebut, termasuk struktur organisasi, mekanisme kerja, hingga posisi kepala desa yang kemungkinan hanya berperan sebagai pengawas.
Tak hanya itu, Wiweko juga menyinggung potensi tumpang tindih antara KDMP dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, dua lembaga tersebut sebaiknya bisa bersinergi dan saling memperkuat, bukan saling bersaing.
“Senada dengan itu, pendirian KDMP di Kota Batu tetap sangat didukung teman-teman kepala desa dan lurah. Tapi kami berharap ada sosialisasi lanjutan agar terang benderang, tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Wiweko juga berharap Pemkot Batu bisa menghadirkan pendampingan konkret, agar KDMP benar-benar berjalan maksimal dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Tujuan mulia ini jangan sampai putus di tengah perjalanan. Jangan sampai nanti KDMP malah bangkrut karena tidak disiapkan secara matang,” pungkasnya.
Lainnya:
- Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
- BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
- 72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Penulis : Heru Iswanto
Editor : Zainul Arifin








