Kalitengah Terendam Banjir, Petambak di Lamongan Terancam Rugi Besar

Minggu, 28 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Intensitas hujan yang tinggi kembali memicu luapan Sungai Bengawan Jero dan merendam wilayah Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Minggu (28/12/2025) siang, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sektor perikanan budidaya lumpuh.

Luapan air sungai menggenangi ratusan rumah warga serta ribuan hektare tambak ikan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Dampak terparah dirasakan para petambak yang terancam mengalami kerugian ekonomi besar akibat ikan yang berpotensi hanyut dan gagal panen.

Kapolsek Kalitengah, Iptu Heri P. W., mengatakan banjir mulai melanda wilayah tersebut sejak menjelang perayaan Natal dan terus bertahan akibat tingginya curah hujan serta kiriman air dari wilayah hulu.

“Berdasarkan pendataan terbaru, luapan Bengawan Jero telah merendam sekitar 1.300 hektare tambak ikan yang tersebar di sembilan desa. Hingga siang ini kondisi air masih bertahan dan belum ada tanda-tanda surut,” ujar Iptu Heri.

Ia menjelaskan, Desa Bojoasri menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di desa ini, jalan poros sepanjang sekitar satu kilometer terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah desa lainnya. Di Desa Somosari, banjir merendam sekitar 250 hektare tambak dan 65 rumah warga. Desa Jalakcatur terdampak genangan sepanjang dua kilometer jalan poros desa, menggenangi 160 hektare tambak serta 26 rumah. Sementara di Desa Pucangtelu, banjir merendam 142 hektare tambak dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di fasilitas pendidikan SD dan MI.

Luapan air juga menyasar Desa Pucangro, Blajo, Gambuhan, dan Tiwet dengan total ratusan hektare tambak serta puluhan rumah warga terdampak.

Untuk menekan dampak yang lebih luas, pemerintah melalui BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan upaya penanganan. Mesin pompa pembuangan air dioperasikan secara maksimal guna mengalirkan genangan menuju saluran Bengawan Solo.

“Petugas di lapangan terus memantau tinggi muka air secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan debit yang bisa memperparah kondisi,” tambah Iptu Heri.

Salah satu warga terdampak, Mursam, petambak asal Kalitengah, mengaku banjir Bengawan Jero sudah menjadi persoalan tahunan yang sangat memberatkan warga. Ia menyebut genangan telah berlangsung hampir dua minggu dan masuk hingga ke permukiman.

“Air bukan hanya di jalan, tapi sudah masuk ke rumah dan tambak. Semuanya tenggelam. Kami hanya bisa bertahan,” ujar Mursam dengan nada pasrah.

Untuk mencegah kerugian total, ia terpaksa memasang jaring tambahan di tambaknya agar ikan tidak hanyut terbawa arus. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan jangka panjang.

“Sudah sekitar 10 tahun seperti ini. Banjirnya bisa tiga sampai empat bulan baru surut. Kami ingin ada solusi permanen agar petambak tidak terus merugi setiap tahun,” pungkasnya

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru