Kampung Krisan Tutur Pasuruan Panen Setiap Hari, Suplai Bunga Tembus Jakarta hingga Bali

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen bunga krisan di Kampung Bunga Krisan, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Petani memanen bunga krisan di Kampung Bunga Krisan, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Budidaya bunga krisan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terus menunjukkan kinerja stabil dan berdampak nyata bagi ekonomi lokal. Di Kampung Bunga Krisan, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, petani mampu memanen bunga setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar dari Jawa Timur hingga luar pulau.

Salah satu petani krisan setempat, Sudartono, mengelola lebih dari satu hektare lahan dengan sekitar 700 ribu batang krisan berbagai varietas. Setiap hari, bunga-bunga tersebut dipanen secara bergilir mengikuti siklus mekar.

“Selalu panen setiap hari. Sesuai slogan kami, tiada hari tanpa bunga merekah,” ujar Sudartono saat ditemui di kebunnya, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, produksi krisan di Tutur relatif stabil karena permintaan pasar terus terjaga. Pengiriman dilakukan ke sejumlah daerah, mulai Malang, Kota Batu, Surabaya, Jakarta, hingga Bali. Untuk menyesuaikan selera konsumen, Sudartono menanam sekitar 30 varietas krisan dengan warna dan karakter berbeda.

Dari sisi harga, krisan dijual dalam bentuk ikatan. Setiap ikat dipasarkan seharga Rp16.000 untuk seluruh jenis. Dalam satu hari, penjualan berkisar 500 hingga 1.000 ikat, tergantung permintaan.

Menurut Sudartono, kualitas bunga sangat ditentukan oleh teknik budidaya. Faktor media tanam, pemupukan, pengaturan jarak tanaman, hingga perawatan harian harus dilakukan secara presisi. “Merawatnya juga perlu kelembutan karena ini bunga, warnanya cantik-cantik,” katanya.

Selain menopang pasokan bunga nasional, usaha ini turut membuka lapangan kerja. Sudartono yang juga Ketua Kelompok Tani Sido Rejo IV Dusun Kadipaten mempekerjakan 15 karyawan, mulai dari pengolahan media tanam hingga pemasaran.

“Total ada 15 karyawan yang membantu kami. Alhamdulillah semuanya bekerja dengan sangat baik,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru