Kekeringan Tekan Panen Padi di Indramayu, Petani Desa Kroya Banyak Merugi

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Desa Kroya saat panen padi di Indramayu, Selasa (25/8/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Petani Desa Kroya saat panen padi di Indramayu, Selasa (25/8/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Hasil panen padi pada musim tanam kedua di Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menurun drastis. Kondisi tersebut terjadi saat musim kemarau yang membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah.

Daskim, salah satu petani di Desa Kroya, mengatakan mayoritas petani mengalami penurunan hasil panen pada musim tanam kedua tahun ini. Bahkan, sebagian petani mengalami kerugian karena tidak mendapatkan hasil panen sama sekali.

“Penghasilan menurun, bahkan banyak petani merugi karena sebagian tidak panen sama sekali,” kata Daskim, Selasa (25/8).

Menurut dia, dampak kekeringan dirasakan sebagian besar petani. Sulitnya memperoleh pasokan air membuat tanaman padi tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Daskim mencontohkan hasil panennya pada musim tanam kali ini. Dari lahan seluas sekitar 300 bata yang dipanen, ia menyebut hanya mendapatkan sekitar 20 kilogram padi.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap lahan pertanian dalam skala lebih luas. Daskim memperkirakan ratusan hektare sawah mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

Bagi petani, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya hasil produksi. Sawah merupakan sumber utama penghidupan keluarga, sementara biaya dan modal telah dikeluarkan selama proses tanam.

Ketua Gapoktan Desa Kroya, Warka, mengatakan penurunan produktivitas padi pada musim panen ini dipengaruhi kekurangan pasokan air. Selain itu, benih yang diberikan disebut disukai tikus sehingga turut menjadi persoalan bagi petani.

Warka menyebut gagal panen dapat menyebabkan petani kehilangan modal besar yang telah dikeluarkan selama masa tanam. Kondisi tersebut juga dinilai mengancam ketahanan pangan.

“Kegagalan panen ini bisa menyebabkan petani kehilangan modal besar yang sudah dikeluarkan selama masa tanam dan mengancam ketahanan pangan,” kata Warka.

Karena itu, Warka berharap pemerintah memberikan bantuan nyata kepada petani, terutama untuk penyediaan suplai air darurat dan langkah mitigasi menghadapi kekeringan.

Petani Desa Kroya kini berharap kondisi cuaca membaik pada musim tanam berikutnya sehingga hasil panen padi dapat kembali normal.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

312 Kampung Olahraga di Sidoarjo Tak Hanya Bikin Sehat, Tetapi Juga Gerakkan UMKM
Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim
Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh
Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik
Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya
Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan
Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28

312 Kampung Olahraga di Sidoarjo Tak Hanya Bikin Sehat, Tetapi Juga Gerakkan UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:23

Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58

Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10

Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:56

Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik

Berita Terbaru