INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Hasil panen padi pada musim tanam kedua di Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menurun drastis. Kondisi tersebut terjadi saat musim kemarau yang membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah.
Daskim, salah satu petani di Desa Kroya, mengatakan mayoritas petani mengalami penurunan hasil panen pada musim tanam kedua tahun ini. Bahkan, sebagian petani mengalami kerugian karena tidak mendapatkan hasil panen sama sekali.
“Penghasilan menurun, bahkan banyak petani merugi karena sebagian tidak panen sama sekali,” kata Daskim, Selasa (25/8).
Menurut dia, dampak kekeringan dirasakan sebagian besar petani. Sulitnya memperoleh pasokan air membuat tanaman padi tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.
Daskim mencontohkan hasil panennya pada musim tanam kali ini. Dari lahan seluas sekitar 300 bata yang dipanen, ia menyebut hanya mendapatkan sekitar 20 kilogram padi.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap lahan pertanian dalam skala lebih luas. Daskim memperkirakan ratusan hektare sawah mengalami gagal panen akibat kekurangan air.
Bagi petani, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya hasil produksi. Sawah merupakan sumber utama penghidupan keluarga, sementara biaya dan modal telah dikeluarkan selama proses tanam.
Ketua Gapoktan Desa Kroya, Warka, mengatakan penurunan produktivitas padi pada musim panen ini dipengaruhi kekurangan pasokan air. Selain itu, benih yang diberikan disebut disukai tikus sehingga turut menjadi persoalan bagi petani.
Warka menyebut gagal panen dapat menyebabkan petani kehilangan modal besar yang telah dikeluarkan selama masa tanam. Kondisi tersebut juga dinilai mengancam ketahanan pangan.
“Kegagalan panen ini bisa menyebabkan petani kehilangan modal besar yang sudah dikeluarkan selama masa tanam dan mengancam ketahanan pangan,” kata Warka.
Karena itu, Warka berharap pemerintah memberikan bantuan nyata kepada petani, terutama untuk penyediaan suplai air darurat dan langkah mitigasi menghadapi kekeringan.
Petani Desa Kroya kini berharap kondisi cuaca membaik pada musim tanam berikutnya sehingga hasil panen padi dapat kembali normal.
Penulis : Jayas
Editor : Zainul Arifin


















Komentar