Keluarga Berintegritas Jadi Fokus Pencegahan Korupsi Pemkab Pasuruan

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori membuka FGD bertema Keluarga Berintegritas di Auditorium Mpu Sindok. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori membuka FGD bertema Keluarga Berintegritas di Auditorium Mpu Sindok. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan korupsi melalui penguatan peran keluarga. Pendekatan ini dikemas dalam Focus Group Discussion bertema “Keluarga Berintegritas” yang dibuka Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Senin (8/12/2025).

Acara berlangsung berbeda dari biasanya. Seluruh pejabat, mulai Sekda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, hingga camat, diwajibkan hadir bersama pasangan. Format ini dipilih untuk menekankan bahwa integritas aparatur tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan lingkungan terdekat.

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Komitmen pribadi ASN dan dukungan keluarga adalah fondasi utamanya,” ujar Gus Shobih. Ia menambahkan, berbagai program seperti penguatan pengendalian intern, manajemen risiko, dan peningkatan kompetensi aparatur akan berjalan efektif bila ditopang nilai moral yang dibangun di rumah.

Menurutnya, keluarga yang memelihara kebiasaan positif sejak dini akan melahirkan aparatur yang lebih profesional dan tidak mudah tergoda praktik curang. “Dengan keluarga yang kuat, kita mencegah korupsi dari akarnya,” tegasnya.

Sebagai narasumber, Zaini Arief Budiman dari Badan Pendidikan dan Pelatihan BPK RI menekankan pentingnya penghayatan, bukan sekadar pemahaman konsep. “Integritas di rumah tangga akan membentuk aparatur yang bersih, disiplin, dan beretika. Ini harus dirasakan, bukan hanya dipelajari,” ujarnya.

Zaini juga menambahkan bahwa keluarga berintegritas memiliki pola yang sama: aturan yang jelas, nilai etika yang dihidupi bersama, dan keterbukaan dalam mengambil keputusan. “Setiap keluarga perlu punya standar akhlak, transparan, dan sadar risiko kecurangan. Itu modal utama mencegah penyimpangan,” terangnya.

Melalui FGD ini, Pemkab Pasuruan ingin mempertegas bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga hukum, melainkan tanggung jawab kolektif. Keluarga ASN menjadi pintu pertama untuk menanamkan perilaku antikorupsi yang berkelanjutan.

Lainnya:

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko
Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital
Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah
DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:38 WIB

FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18 WIB

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:37 WIB

Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko

Berita Terbaru