Kemnaker Gaspol Sertifikasi K3, 2.100 Peserta Digenjot Tekan Kecelakaan Kerja

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli membuka program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli membuka program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mempercepat penguatan keselamatan kerja dengan menggencarkan sertifikasi Ahli K3. Program gelombang kedua yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan ini melibatkan 2.100 peserta dari berbagai sektor industri.

Langkah ini menjadi krusial di tengah masih tingginya risiko kecelakaan kerja, khususnya di perusahaan berisiko tinggi. Sertifikasi dinilai sebagai pintu masuk memperkuat perlindungan pekerja sekaligus meningkatkan standar layanan keselamatan di tempat kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, program ini tidak sekadar menambah jumlah tenaga ahli. Pemerintah juga mendorong percepatan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara lebih luas dan terstruktur.

“Selain meningkatkan jumlah Ahli K3 melalui sertifikasi, kita ingin percepatan penerapan SMK3. Perusahaan harus punya kebijakan mitigasi risiko dan perlindungan kerja yang jelas,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan, perusahaan dengan lebih dari 100 pekerja atau berisiko tinggi wajib memiliki peta risiko, prosedur darurat, serta pelatihan rutin bagi pekerja. Hal ini penting untuk mencegah kecelakaan yang berdampak langsung pada keselamatan dan produktivitas tenaga kerja.

Saat ini, sekitar 18 ribu perusahaan telah menerapkan SMK3. Namun pemerintah menargetkan lonjakan signifikan hingga puluhan ribu perusahaan dalam beberapa tahun ke depan melalui sertifikasi yang lebih masif dan terjangkau.

Dampaknya, pekerja akan mendapatkan perlindungan yang lebih sistematis, sementara perusahaan diuntungkan dari meningkatnya produktivitas dan daya saing.

Untuk mempercepat capaian tersebut, pemerintah juga memperkuat penyiapan auditor SMK3 agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak sektor industri.

“Kolaborasi semua pihak penting, mulai dari lembaga pelatihan, auditor, serikat pekerja, hingga dunia usaha. Ini kunci membangun budaya K3 nasional,” tegas Yassierli.

Ia menutup dengan komitmen bahwa penguatan budaya K3 bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi investasi jangka panjang bagi keselamatan pekerja dan keberlanjutan industri di Indonesia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Berita Terbaru