Ketua PII Jatim Ingatkan Sarjana Teknik Wajib Bergelar Insinyur, Jika Tidak Bisa Terancam Malpraktik

Sabtu, 18 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PII Jawa Timur Dr. Ir. Gentur Prihantono saat rapat pengurus PII Cabang Jember di Rumah Makan Lestari, Jumat, 17 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua PII Jawa Timur Dr. Ir. Gentur Prihantono saat rapat pengurus PII Cabang Jember di Rumah Makan Lestari, Jumat, 17 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur menegaskan setiap sarjana teknik yang menjalankan praktik keinsinyuran wajib memiliki gelar profesi Insinyur dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Jika tidak, pekerjaan yang dilakukan berisiko melanggar aturan hingga disebut sebagai malpraktik profesi.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Pengurus PII Cabang Jember di Rumah Makan Lestari, Jumat (17/4/2026). Isu ini dinilai penting karena hasil kerja insinyur langsung berdampak pada keselamatan publik, kualitas infrastruktur, layanan dasar, hingga perlindungan lingkungan.

Ketua Wilayah PII Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, menyebut kewajiban tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran serta PP Nomor 25 Tahun 2019. Regulasi itu dibuat agar setiap tenaga teknik bekerja sesuai standar kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Para lulusan fakultas teknik terus bertambah, maka mereka wajib profesional dan kompeten. Pekerjaan mereka akan dimanfaatkan masyarakat. Jika tidak profesional dan terjadi sesuatu, itu harus dipertanggungjawabkan. Kalau tidak bergelar Insinyur, ya salah, malpraktik kalimatnya,” tegas Gentur.

Menurutnya, aturan ini bukan sekadar administrasi, melainkan perlindungan bagi masyarakat sekaligus bagi para tenaga teknik sendiri. Dengan sertifikasi resmi, setiap keputusan teknis memiliki dasar keahlian yang jelas dan terukur.

Dampaknya sangat luas. Mulai dari pembangunan jalan, gedung, jembatan, sistem drainase, pengelolaan air bersih, hingga penanganan kawasan rawan longsor membutuhkan tenaga profesional yang tersertifikasi. Kesalahan perencanaan atau pengerjaan dapat menimbulkan kerugian besar bagi warga.

Ketua PII Cabang Jember, Ir. H. Rahman Anda, mengatakan pihaknya kini mempercepat sosialisasi dan pendataan anggota agar para lulusan teknik segera menempuh jalur profesi secara resmi.

“Kami menginformasikan bahwa sesuai amanat undang-undang, setiap sarjana yang menekuni bidang keinsinyuran dan berpraktik keinsinyuran itu wajib berprofesi insinyur. Kami mendorong teman-teman untuk segera melaksanakan kewajiban tersebut,” ujarnya.

PII juga menggandeng Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Jember untuk membuka akses pendidikan profesi bagi lulusan teknik di daerah. Langkah ini diharapkan mempermudah proses sertifikasi tanpa harus keluar daerah.

Selain legalitas profesi, PII meminta para insinyur lebih aktif membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat, terutama mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan.

“PII harus berani memberi saran demi membangun soliditas komunikatif dengan masyarakat maupun pemerintah,” pungkas Gentur.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Berita Terbaru