SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong perluasan inklusi keuangan sebagai upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Dorongan itu disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan FinExpo 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Atrium Tunjungan Plaza, Jumat (24/10).
Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal, sekaligus memperkuat peran sektor keuangan dalam pembangunan ekonomi daerah. Tema BIK 2025, “Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” menekankan pentingnya akses keuangan yang aman, mudah, dan merata.
“Gerakan Bulan Inklusi Keuangan bukan sekadar kampanye, tapi sarana nyata untuk mendorong masyarakat agar mengenal berbagai produk keuangan yang aman, terpercaya, dan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Khofifah.
Menurut data nasional 2025, tingkat literasi keuangan telah mencapai 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Khofifah menilai capaian ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam layanan keuangan formal, baik di perkotaan maupun pedesaan.
“Perluasan inklusi keuangan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pertumbuhan ekonomi baru bermakna jika manfaatnya dirasakan merata,” kata Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menekankan pentingnya edukasi keuangan yang berkelanjutan. Pemprov Jatim bekerja sama dengan OJK dan pelaku jasa keuangan untuk memperluas literasi digital melalui digitalisasi perbankan, sistem pembayaran nontunai, dan aplikasi pencatatan usaha.
“Dengan digitalisasi, masyarakat tidak hanya memperoleh akses keuangan yang lebih mudah, tetapi juga memahami risiko dan manfaat penggunaan layanan keuangan secara bertanggung jawab,” ujar Khofifah.
Selain itu, Khofifah menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai “Center of Gravity” ekonomi nasional melalui visi “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.” Infrastruktur transportasi, jumlah desa dan kelurahan terbanyak di Indonesia, serta 21 jalur tol laut yang terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak, menjadikan Jatim pusat perdagangan dan logistik utama di wilayah timur Indonesia.
“Jawa Timur siap membangun konektivitas nasional yang kuat sehingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari kesempatan untuk tumbuh, berusaha, dan sejahtera melalui akses keuangan yang sehat,” tegas Khofifah.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyambut baik kolaborasi strategis dengan Pemprov Jatim. Menurutnya, penyelenggaraan BIK di Surabaya menegaskan posisi Jawa Timur sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
“Jawa Timur menjadi gerbang perdagangan, logistik, dan komunikasi kawasan timur Indonesia. Sinergi antara pemerintah, OJK, dan lembaga keuangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” kata Mahendra.
Lainnya:
- Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
- Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
- KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








