Khofifah Minta Seluruh Pemkot – Pemkab di Jatim Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Bersama, Tanpa Kembang Api

Jumat, 26 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan terkait imbauan doa bersama jelang Tahun Baru 2026. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan terkait imbauan doa bersama jelang Tahun Baru 2026. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati atas musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Sebagai alternatif, Khofifah mengajak seluruh daerah mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama secara khidmat. Menurutnya, momentum tahun baru sepatutnya dimaknai sebagai ruang refleksi, solidaritas, dan penguatan nilai kemanusiaan di tengah situasi nasional yang masih diliputi duka.
Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana banjir bandang di beberapa daerah, di antaranya Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menyebabkan korban jiwa serta dampak sosial cukup luas.
“Pergantian tahun 2025 ke 2026 sepatutnya kita maknai dengan keprihatinan dan doa bersama. Saudara-saudara kita di sejumlah daerah sedang menghadapi ujian berat akibat bencana,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya.

Ia menegaskan, doa bersama bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga wujud kebersamaan nasional dalam menghadapi tantangan bangsa. Momentum tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan solidaritas sosial sekaligus memperkuat optimisme masyarakat.

Selain faktor empati, Khofifah juga menyinggung potensi cuaca ekstrem pada akhir dan awal tahun. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan di Jawa Timur diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2026, sehingga aktivitas perayaan dengan keramaian dan penggunaan kembang api dinilai berisiko.

“Doa dan refleksi bersama jauh lebih tepat di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem,” ujarnya.

Khofifah berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan doa bersama di wilayah masing-masing.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan doa, harapan, dan kepedulian. Semoga bangsa Indonesia selalu dilindungi dan diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru